Jenasah Kelly Kwalik Diberangkatkan Ke Jayapura Untuk Diidentifikasi
ELSHAM Papua
Institute for Human Rights Studies and Advocacy Di Tanah Papua
Jl. Kampus USTP Padang Bulan Jayapura Papua
Telp/fax 967 581600. website.elshampapua.org
———————————————
Jenasah Kelly Kwalik
Panglima Tinggi TPN Papua Barat
Diberangkatkan Ke Jayapura Untuk Diidentifikasi
Jayapura, Rabu 16 Desember 2009
Pada pukul tiga dini hari Rabu (16/12), Pasukan Anti Teror Detasemen 88 Polri yang tergabung dalam Satgas Pemulihan Keamanan PT Freeport Indonesia dengan menggunakan sembilan buah kendaraan roda empat, dari jenis avansa dan Inova memasuki daerah Gorong-Gorong Muara di Timika Papua : menyergap dan memberondong sebuah rumah tinggal milik warga asal Amungme yang dicurigai menjadi tempat persembunyian Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) Jendral Kelly Kwalik. Dalam penyergapan tersebut dilaporkan Kelly Kwalik tertembak dan tewas dalam peristiwa itu. Selain Kelly Kwalik, tujuh orang lain, di antaranya pengawal, dua orang perempuan dan satu orang anak didiperkirakan meninggal dalam peristiwa itu. Keenam orang tersebut, antara lain : (1) Kol. Top Wandik; (2) Letkol Marten Kwalik; (3) Mayor Pereni Kwalik; (4) Let. Noni Dekin (Istri Kelly Kwalik); (5) Let. Agus Wandik; dan (6) Letkol Jep Kanonggopme., Kelima orang korban yang ikut tertembak dalam penggebrekan tersebut diketahui berada di ruang tahanan Polres Mimika di Mile 32 Timika
Saksi mata di sekitar tempat kejadian mengatakan bahwa, pada pukul 02.00 WP dini hari terjadi rentetan tembakan berturut-turut sebanyak dua kali ke dalam rumah tersebut. Sekitar satu jam kemudian (pukul 04.00 WP) saksi melihat pasukan menyeret semua korban dan dinaikan ke dalam kendaraan yang diparkir dan mobil segera dilarikan dengan tujuan Kuala Kencana Timika. Saksi mengatakan, “Saya sempat dengar salah satu anggota dari pasukan yang melakukan pengerebekan itu mengatakan, ayo…cepat, cepat dibawa ke Kuala Kencana”
Menurut sumber terpercaya di Timika bahwa, Kelly Kwalik yang meninggalkan markasnya di Kali Kopi Timika dan datang ke kota Timika dengan tujuan hendak menerima bantuan uang yang diberikan oleh salah satu warga Amungme yang hendak digunakan untuk membeli senapan api. Beberapa jam sebelumnya rencana tersebut telah tercium dan dicurigai merupakan akal bulus untuk menjebak dan menghabisi Kelly Kwalik. Kelly sempat dihubungi dan diperingatkan untuk menghindari pertemuan yang dianggap jebakan, tetapi peringatan tersebut tidak digubris, Kelly percaya keberadaan dirinya pada perlindungan Tuhan.
Masyarakat Papua di Timika memberikan respons yang berbeda ada peristiwa penyergapan yang berujung pada tertembaknya Kelly Kwalik. Kelompok Masyarakat dari suku Nduga mencurigai operasi dibalik pembunuhan terhadap Kelly Kwalik dilakukan oleh orang Amungme yang bekerjasama dengan aparat keamanan dan juga sebaliknya. Warga Timika yang prihatin meminta bantuan kepada semua pihak, terutama LSM dan gereja agar meminta aparat keamanan untuk segera mengembalikan jasad Kelly Kwalik yang rencananya diberangkatkan ke “Jayapura” untuk identifikasi. Warga Timika juga meminta pemerintah Jakarta untuk segera membuka diri untuk penyelesaian konflik secara damai melalui perundingan politik. Jika tidak pemerintah sedang memicu konflik kekerasan di Papua.
Jenasah Kelly sendiri dilaporkan telah diberangkatkan pada jam 15.30 waktu Papua ke Jayapura dengan menggunakan pesawat Merpati. Sumber lain di Timika melaporkan Kelly Kwalik tidak diterbangkan dengan Merpati, tetapi menggunakan jasa penerbangan Airfast dengan tujuan Jakarta. Sementara menurut Irjenpol Nana Sukarna, Kadiv Humas Polri yang dkutip dari statemen di media di Jakarta mengatakan bahwa jenasah Kelly Kwalik di kirim ke Jayapura untuk kepentingan outopsi dan identifikasi. Tim Forensik dari Mabes Polri telah diberangkat ke Jayapura untuk melakukan identifikasi.
Kelly Kwalik dikenal oleh publik melalui operasi-operasi penyergapan terhadap satuan-satuan keamanan serta sabotase terhadap fasilitas PT Freeport Mc Moran pada tahun 1977. Demikian juga dikenal sebagai aktor di balik penyanderaan terhadap tim peneliti Lorentsz di Mapnduma pada tahun 1996. Kelly Kwalik tergabung dalam struktur TPN-PB sebagai Panglima pada Kodap III. Pada tanggal 7 April 2007 dalam pertemuan ke-2 para pemimpin gerilya di Markas Victoria Papua New Guinea, Kelly Kwalik diangkat sebagai Panglima Tinggi Komando TPN-PB.
Kelly sendiri disebutkan sebagai kriminal, ditetapkan sebagai orang-orang yang diicari (daftar pencarian orang-DPO) oleh pemerintah Indonesia dan FBI US dalam kasus “penembakan warga Amerika Serikat pada tahun 2003 di mile 62-63”, Tembagapura. Kelly juga dihubungkan dengan peristiwa penyerangan-penyerangan bersenjata terhadap karyawan PTFI, security PTFI dan aparat keamanan yang bertugas di sana. Kasus yang memunculkan kelompok baru sebagai penyulut konflik di Tembagapura. Kelly Kwalik sejauh menyangkal terlibat dalam penyerangan-penyerangan bersenjata di areal konsesi PTFI.
Dalam 5 tahun terakhir bersama-sama dengan gerilyawan TPNPB di Papua tengah mengupayakan cara-cara damai untuk penyelesaian masalah Papua. Pembunuhan Kelly Kwalik oleh Pasukan Anti Teror Detasemen 88 Polri merupakan anti klimaks dari upaya-upaya penyelesaian damai masalah Papua. @
Kontak person :
Ferdinand Ferry Marisan :+62 81344937471
Paula Makabori +61 402547517








