Jayapura Juara Umum Festival Kreasi Seni Papua

Tarian Yospan (Yosim Pancar) sejenis tarian pergaulan di Papua [Antara/Anwar]
[BIAK] Kontingen Kabupaten Jayapura ke luar sebagai juara umum dan meraih piala bergilir Gubernur Lukas Enembe pada Festival Seni Kreasi Papua XVI yang ditutup oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Biak Abdul Kahar, Rabu (21/10) tengah malam.Plt Sekretaris Daerah Abdul Kahar yang membacakan amanat Gubernur Lukas Enembe, mengakui, ajang Festival Seni Kreasi Papua menjadi tempat bagi seniman dan budayawan mempertontonkan beragam seni budaya khas provinsi itu.”‘Ivent’ ini sangat tepat dan terus dipertahankan karena mendorong budayawan Papua dalam menjaga keaslian seni khas daerah,” ungkap Gubernur Lukas Enembe.Kepada para juara festival kreasi seni ini, Plt Sekda Abdul Kahar mengucapkan selamat karena prestasi yang diraih berkat latihan yang dilakukan seniman bersangkutan.Sedangkan bagi kontingen yang belum berhasil merebut juara, lanjut Abdul Kahar, diminta tetap berlatih kembali di daerah sehingga pada festival tahun depan dapat meraih prestasi lebih baik.

“Pemprov Papua memberikan apresiasi kepada Kabupaten Biak Numfor bersama jajaran forum koordinasi pimpinan daerah serta aparat TNI/Polri yang telah mendukung festival ini sehingga berjalan aman dan lancar hingga selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Biak Y. Usior, mengaku sangat puas dengan kegiatan festival kreasi seni itu.

“Kegiatan budaya masyarakat asli Papua di pentas seni kreasi mampu menampilkan beragam kesenian asli selama ‘ivent’ berlangsung sejak 18 Oktober dan berkahir Rabu malam yang telah menyedot ribuan warga dan wisatawan lokal,” katanya.

Dia berharap, tahun depan Festival Kreasi Seni Papua terus digelar sehingga menjadi daya tarik wisatawan untuk menyaksikan penampilan seniman perwakilan 12 kabupaten/kota setempat.

Hingga Kamis pagi pascapenutupan festival seni kreasi ini, situasi kota Biak dan sekitarnya tampak berjalan kondusif, di antaranya angkutan umum, pasar, bandara serta pelabuhan laut tetap beroperasi melayani kebutuhan warga. [Ant/L-8]

Sumber; http://sp.beritasatu.com

Facebook Comments
About Admin 22 Articles
Lembaga Study dan Advokasi Hak Asasi Manusia (ELSHAM) di Papua lahir dari perenungan panjang terhadap pergumulan orang Papua akan situasi politik dan hukum yang bersifat represif. Kenyataan bahwa pendekatan keamanan dan berbagai bentuk kekerasan secara sistematis telah menciptakan rasa takut (traumatis) dikalangan rakyat Papua.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com