Kapolsek Bomberai Halangi Kegiatan Ibadah Warga

Fakfak, EP – Pos Kontak ELSHAM Fakfak menerima infomasi bahwa pada 8 Februari 2016, Ipda Ilham SH. MM., selaku Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bomberai bersama empat peronil polisi bersenjata lengkap, telah menghalangi jalannya kegiatan Ibadah kelompok Doa Kharismatik Sabda di kampung Tomage, Distrik Bomberai, Kabupaten Fakfak.

Ipda Ilham SH. MM, Kapolsek Bomberai
Ipda Ilham SH. MM, Kapolsek Bomberai

Anggota Kelompok Doa Kharismatik Sabda hendak berkumpul di Kampung Tomage (7/02/ 2016), untuk merayakan ibadah syukur perayaan Hari Ulang Tahun kelompok doa tersebut yang jatuh pada tanggal 8 Februari 2016. Anggota Kelompok Doa berjumlah sekitar 150 orang berdatangan dari sejumlah kampung di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni seperti Babo dan Saengga, di Kabupaten Fakfak seperti Aroba, Yarangga, Wayati dan Kwama. Ketika rombongan peserta ibadah syukuran melewati kampung Yarangga, Kapolsek Bomberai mempertanyakan maksud dan tujuan rombongan mereka. Salah seorang anggota rombongan menjelaskan bahwa mereka hendak melakukan ibadah syukuran di kampung Tomage. Kapasitas ruang sangat tebatas sehingga tidak mampu menampung jumlah warga yang hendak beribadah, sehingga warga mendirikan tenda di depan gereja.

Ibadah Syukuran dilaksanakan sekitar pukul 20.00 WIT (8/02/2016), bertempat di Gereja Katolik St.Titus, Kampung Tomage, Distrik Bomberai. Ketika warga sedang mengikuti jalannya ibadah, tiba-tiba Kapolsek Bomberai bersama empat personil polisi bersenjata lengkap memasuki gedung gereja dan berjalan menuju altar (mimbar). Tindakan Kapolsek beserta anggotanya sontak membuat warga terkejut dan menggambil gambar foto menggunakan kamera mobile phone dan kamera digital milik warga.
Kapolsek saat di Tomage-01
Sambil melepaskan topi polisi dan menaruh topi di atas mimbar, Kapolsek lalu menyampaikan salam “Selamat malam Bapak Ibu kebetulan disini adalah wilayah kerja kami sehingga saya datang kesini karena Bapak ibu ini berkumpul dalam jumlah yang banyak, apa lagi ada yang dari Fakfak dari kampung Wayati dan Kwama, ada yang dari Aroba dan Tomage sendiri. Disini juga merupakan lokasi titik rawan kebakaran. Oleh Karen itu, kami ingin mendata nama-nama setiap orang yang hadir dalam ruangan ini,” tutur Kapolsek. Usai menyampaikan hal tersebut, Kapolsek Bomberai beserta keempat anggota Polisi lalu meninggalkan gereja dan kembali ke Polsek Bomberai. Warga kemudian melanjutkan ibadah, yang dipimpin oleh Stevanus Ateta, Ketua Kelompok Doa Kharismatik Sabda. Ibadah berakhir pukul 24.00.

Hingga berita ini diturunkan, warga belum menyerahkan daftar nama anggota Kelompok Doa Karismatik Sabda, sebagaimana yang diminta oleh pihak Polsek Bomberai. Warga juga tidak mengetahui motif dibalik permintaan Kapolsek Bomberai sehingga menghalangi jalannya ibadah. ELSHAM Papua ©2016

Facebook Comments
About Admin 32 Articles
Lembaga Study dan Advokasi Hak Asasi Manusia (ELSHAM) di Papua lahir dari perenungan panjang terhadap pergumulan orang Papua akan situasi politik dan hukum yang bersifat represif. Kenyataan bahwa pendekatan keamanan dan berbagai bentuk kekerasan secara sistematis telah menciptakan rasa takut (traumatis) dikalangan rakyat Papua.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*