Home Uncategorized Perempuan korban situasi konflik, masih berjuang melawan stigma dan pengucilan

Perempuan korban situasi konflik, masih berjuang melawan stigma dan pengucilan

94
0
SHARE

KBRN, Biak : Penghapusan  stigma serta adanya pengakuan dan mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah ,sangat dibutuhkan kaum perempuan korban situasi konflik yang terjadi dari tahun 1965 hingga saat reformasi di Papua,terkhusus di Kabupaten Biak Numfor.

” Kaum perempuan korban konflik tersebut, belum merasakan dan menikmati kehidupan yang lebih baik masih terjerat kemiskinan ,tanpa dukungan ekonomi”, katakan Direktur Elsham Papua,Ferry Marisan,usai melakukan peluncuran buku  dengan judul Bertahan dalam imunitas  kisah para perempuan penyintas yang tak kunjung meraih keadilan,merupakan kerjasama dengan Asia Justice and Right (AJAR) dan Dewan Adat Byak,  Senin (14/3/2016) di Aidoram Dewan Adat Byak.  

Penelitian yang dilakukan pihaknya dan AJAR terhadap perempuan korban masa konflik yang terjadi di Aceh,Jogya hingga Papua,dan  khusus di Biak, dirinya mengklaim terdapat 200 perempuan korban situasi konflik.

“ Kami telah menemui banyak Mama-mama ( perempuan ) di Biak Utara dan Biak Barat, yang menjadi korban Situasi konflik, dulu orang tua mereka disiksa karena diduga menjadi anggota OPM (Organisasi Papua Merdeka), dan mereka dikucilkan, tidak  mendapat bantuan,termasuk di jaman Otsus ini,” tegas Ferry.

Dari sisi Adat, Ketua Dewan Adat Biak Mananwir Gerard Kafiar mengakui , dukungan dan perhatian kepada kaum perempuan korban konflik, belum maksimal.

“ Secara Adat, apa yang kami rasakan,harusnya  juga dirasakan semua, namun sampai sekarang, masih ada perbedaan, stigma yang akhirnya mengakibatkan  korban ini tidak merasakan dan menikmati pembangunan yang ada,” ujar Mananwir.

Acara peluncuran buku “Bertahan dalam imunitas  kisah para perempuan penyintas yang tak kunjung meraih keadilan”,dihadiri perwakilan dari Badan Pemberdayaan Masyarkat Kampung,  Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB, perwakilan Klasis serta sejumlah korban Konflik.(okky/NA/DS)

Sumber; http://www.rri.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here