Oknum Polisi Dari Polda Papua Aniaya Penjual Koran

EP, Jayapura – Banias Karoman (20), dianiaya oleh aparat Polisi dari Kepolisian Daerah (Polda) Papua sekitar pukul 10.00 WIT, Selasa 10 Mei. Didimus Busup (26), kerabat Banias mengantarnya ke Divisi Advokasi ELSHAM Papua untuk mengadukan tidak penganiayaan yang dialami Banias.

KejBanias-Keroman-1adian berawal dari kecelakaan lalu lintas, di depan Saga Supermarket. Seorang pengendara motor yang tidak diketahui identitasnya, tiba-tiba menyenggol salah seorang penjual koran sehingga terjadi adu mulut. Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi kejadian ikut mendesak pemilik motor agar segera menyelesaikan permasalahan di Markas Kepolisian Sektor Kota (Mapolsekta) Abepura. Pemilik motor justru mengambil kunci motor dan melarikan diri ke arah aparat polisi dari Polda Papua yang sedang melakukan kegiatan Donor Darah di Supermarket Saga Abepura. Tidak terima dengan sikap yang ditunjukan oleh pemilik motor, warga dan beberapa orang penjual koran lainnya lalu mencopot busi motor dengan maksud agar pemilik motor tidak menghindar dari persoalan yang terjadi.

Selang beberapa menit kemudian, pemilik motor bersama dengan beberapa aparat Polisi dari Polda Papua datang menghampiri Karoman (korban) dan menanyakan siapa yang mencopot busi motor. Korban kemudian mencoba menjelaskan bahwa warga dan penjual koran sengaja mencopot busi motor agar persoalan dapat segera diselesaikan di Mapolsekta Abepura. Mendengar penjelasan dari Karoman, salah seorang aparat Polisi dari Polda Papua langsung melayangkan pukulan dan mengenai wajah korban sehingga mengakibatkan hidung korban mengeluarkan darah. Korban terus dipukul di bagian wajah, dan menyebabkan terjadi luka lecet dan memar pada beberapa bagian wajah korban. Setelah dianiaya, aparat Polisi dari Polda Papua meninggalkan korban dan kembali ke Supermarket Saga.

Merasa diperlakukan dengan semena-mena, korban bersama Didimus mendatangi Mapolsekta Abepura untuk melaporkan kejadian yang dialami. Aparat polisi yang menerima pengaduan dari korban tidak melakukan tindakan apapun, justru memberikan jawaban yang tidak ada keterkaitan dengan peristiwa yang dialami korban. “Dulu pernah ada polisi yang dipukul sampai mati di Expo, tapi kami tidak tuntut,” ujar aparat polisi yang menerima laporan pengaduan. ELSHAM Papua ©2016

Facebook Comments
About Admin 22 Articles
Lembaga Study dan Advokasi Hak Asasi Manusia (ELSHAM) di Papua lahir dari perenungan panjang terhadap pergumulan orang Papua akan situasi politik dan hukum yang bersifat represif. Kenyataan bahwa pendekatan keamanan dan berbagai bentuk kekerasan secara sistematis telah menciptakan rasa takut (traumatis) dikalangan rakyat Papua.

4 Comments on Oknum Polisi Dari Polda Papua Aniaya Penjual Koran

  1. Kasian itu z pu teman..
    Sungguh z benci sekali kelakuan n cara kayak begitu…begini.begini yang bisa jadi saling benci terus berlanjut.antara aparat n masyarakat.

  2. Sangat keterlaluan dan Memalukan sekali bila Polisi sebagai PELINDUNG, PENGAYOM DAN PELAYAN MASYARAKAT menyimpang dari Tugas dan Fungsinya.

  3. Katanya melindungi masyrkt, knp malah mnyiksa tnpa harus menanyakn kronologis kejadian trsbut sprti apa…seharusnya aparat polisi yg mnrima aduan trsbut, hrus mngmbil tindkan bukan bcra sprti itu. Kita msyrkat butuh lindungan para aparat polisi. Klu bukan klian siapa lagi, presiden ? Tdk mngkinkn dn buat si pengendara shrusnya mmbawa kndaraan yg baik, lihat2 juga org2 sekeliling yg tdk memakai kndaraan..

  4. Polisi skrng aneh’mcm anti kris..

    pikirannya brutalll’bkn menyelesaikan masalah malah mengacaukan..

    payahhh..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com