Kasus Pornografi Dan Pelecehan Seksual Di Polres Fakfak Masuk Ranah Hukum

ilustrasi

Jayapura, Elsham Papua — Kepolisian Resort (Polres) akan menindaklanjuti laporan pengaduan kasus Pornografi dan Pelecehan Seksual yang dilakukan oleh oknum anggota Kepolisian Resort (Polres) Fakfak terhadap anak dibawah umur. Hal ini disampaikan Fakfak Freddy Warpopor, Koordinator ELSHAM Papua di Fakfak terkait laporan pengaduan yang disampaikan ke Unit Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Fakfak, pada 16 Juni 2016.

“Setelah kami lapor kasus tersebut ke Unit Propam Polres Fakfak, satu hari kemudian, Kapolres Fakfak datang berkunjung secara mendadak ke kantor ELSHAM Fakfak. Dalam pembicaraannya, Kapolres minta agar ELSHAM Fakfak membantu untuk menghadirkan anak-anak yang menjadi korban kasus Pornografi dan Pelecehan Seksual sebagaimana yang kami laporkan. Mereka mau ambil keterangan dari anak-anak ini,” ujar Warpopor via telepon.

Lebih jauh Warpopor menjelaskan bahwa pihak Polres Fakfak juga telah mengirimkan surat Panggilan kepada tiga orang anak remaja yaitu TM, DH dan HH untuk dimintai keterangan sebagai saksi korban dalam tindak pidana Pornografi dan atau Kejahatan terhadap kesopanan sebagaimana diatur dalam pasal 11 jo pasal 37 UU RI Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan atau pasal 283 ayat (1) KUHP. Ketiga surat panggilan tersebut dikirimkan secara terpisah kepada ketiga Saksi korban dengan nomor:

  1. SP/351/2016/RESKRIM yang meminta agar menghadirkan TM untuk memberikan keterangan kepada Bripka Rizal Rusli, SH di ruang Unit PPA Sat Reskrim Polres Fakfak pada hari Rabu tanggal 22 Juni sekitar pukul 10.00 wit.
  2. SP/352/2016/RESKRIM yang meminta agar menghadirkan DH untuk memberikan keterangan kepada Brigpol Agus Kmur, SH di ruang Unit PPA Sat Reskrim Polres Fakfak pada hari Rabu tanggal 22 Juni sekitar pukul 10.00 wit.
  3. SP/353/2016/RESKRIM yang meminta agar menghadirkan HH untuk memberikan keterangan kepada Briptu La Imbran, SH di ruang Unit PPA Sat Reskrim Polres Fakfak pada hari Rabu tanggal 22 Juni sekitar pukul 10.00 wit.

Sementara itu, Ferdinand Marisan, Direktur ELSHAM Papua, mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh pihak Polres Fakfak untuk menindaklanjuti laporan pengaduan yang diajukan oleh ELSHAM Fakfak. “Kami hargai langkah hukum yang ditempuh oleh pihak Polres Fakfak. Kasus ini merupakan kasus yang bisa mencoreng citra polisi sebagai penegak dan pengayom hukum di tengah masyarakat. Oleh karena itu, jika anggota polisi terbukti secara hukum telah melakukan kesalahan, maka yang bersangkutan harus dikenai sanksi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Kami juga berharap agar selama proses penyidikan, anak-anak yang menjadi saksi korban harus didampingi oleh kuasa hukum dan orang tua mereka. Satu hal lagi, para penyidik wajib melakukan pemeriksaan secara persuasif dan menjaga psikologi saksi korban yang masih berusia kanak-kanak. Pertanyaan yang diajukan oleh Penyidik harus dengan kalimat yang sederhana dan mudah dimengerti oleh saksi korban,” pungkas Marisan. ELSHAM Papua ©2016

Facebook Comments
About Admin 22 Articles
Lembaga Study dan Advokasi Hak Asasi Manusia (ELSHAM) di Papua lahir dari perenungan panjang terhadap pergumulan orang Papua akan situasi politik dan hukum yang bersifat represif. Kenyataan bahwa pendekatan keamanan dan berbagai bentuk kekerasan secara sistematis telah menciptakan rasa takut (traumatis) dikalangan rakyat Papua.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com