Tikam Dua Warga Sipil, Pos Tni Uwibutu Dipalang Warga

Yos Degey, korban kekerasan di Kampung Uwibutu, Distrik Paniai Timur
Yos Degey, korban kekerasan di Kampung Uwibutu, Distrik Paniai Timur

Nabire, ENS – Dua anggota TNI AD dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus 753 Arga Vira Tama (AVT) Nabire disuga telah melakukan penganiayaan dengan menggunakan sangkur (bayonet), terhadap Yos Degey (32) dan Isak Degey 1 Mei 2017 di Kampung Uwibutu, Distrik Paniai Timur.

Dari informasi yang di peroleh Poskontak Elsham Nabire, kejadian berawal ketika Yos Degey berangkat dari kampung Kopo lalu tiba di Kampung Uwibutu, Distrik Paniai Timur. Yos mampir di sebuah Kios dengan maksud membeli sabun cuci. Yos berdiri di depan teras rumah sambil memanggil pemilik Kios. “Permisi, selamat pagi saya mau beli Sabun Rinso,” panggil Yos berulang ulang. Ketika menoleh ke seberang jalan, Yos melihat bahwa pemilik Kios sedang menuangkan sebotol bensin kepada pemilik kendaraan roda dua yang sedang membeli bensin. Karena menunggu cukup lama, Yos memutuskan untuk mengambil sebungkus Sabun Rinso, kemudian mengambil uang pecahan seratus ribu rupiah dari dompet miliknya. Sambil memegang uang dan sabun Rinso, Yos berjalan ke arah pemilik Kios untuk membayar.

Belum sempat Yos membayar Sabun Rinso yang diambil, pemilik Kios bertanya dengan nada kasar, “Kenapa engkau mencuri sabun?” Yos lalu menjawab, “Saya tidak mencuri, saya mau bayar”. Pemilik Kios tidak menggubris penjelasan Yos, sebaliknya menuduh Yos mencuri barang dagangannya. Pemilik Kios lantas pergi melapor di Pos Yonif 753/AVT di Kampung Uwibutu bahwa Yos telah mencuri barang dangangannya. Dua Anggota TNI AD yang bertugas lalu menghampiri Yos dan memukulnya. Tidak terima dengan perlakuan anggota TNI, Isak Degey (28), adik kandung Yos yang berdiri di samping Yos lantas memukul salah satu anggota TNI AD.

Merasa mendapat perlawanan, kedua anggota TNI AD langsung mengeluarkan sangkur kemudian menyerang Yos dan Isak. Yos berhasil menghindari tikaman pertama, namun tikaman kedua mengenai bagian pipi hingga mendekati telinga sebelah kanan, serta tikaman ketiga mengenai bagian Belakang Kepala sebelah kanan. Sedangkan Isak terkena tikaman di bagian punggung atas dekat bahu sebelah kiri dan punggung atas sebelah kanan. Yos dan Isak mengalami pendarahan sehingga jatuh tersungkur ke tanah dan sempat pingsan. Isak sempat berteriak untuk meminta pertolongan. Kedua anggota TNI AD yang melakukan penikaman terhadap Yos dan Isak, lalu meninggalkan mereka dan kembali ke Pos.

Isak Degey saat menjalani perawatan

Yeri Adii (47), saksi mata yang melihat kejadian tersebut segera mendatangi Pos Yonif 753/AVT dengan maksud untuk melaporkan kejadian tadi kepada Komandan Pos, namun dia diusir oleh anggota TNI AD yang bertugas di Pos. Yeri kemudian pergi menyampaikan kejadian yang dilihatnya kepada masyarakat di kampung Uwibutu. Selanjutnya Yeri bersama beberapa anggota masyarakat mengantar Yos dan Isak untuk berobat ke Rumah Sakit Umum di Madi, Paniai.

Yones Douw, Koordinator Pos Kontak ELSHAM Nabire, ketika melakukan pemantauan ke kampung Uwibutu pada 7 Mei 2017, menyaksikan Pos Yonif 753/AVT yang dipalang oleh warga. Salah seorang kerabat derkat korban menjelaskan bahwa aksi pemalangan yang dilakukan oleh masyarakat dimaksudkan untuk meminta pertanggungjawaban hukum atas tindakan penganiyaan yang dilakukan oleh kedua anggota TNI AD dan meminta agar Pos Yonif 753/AVT di Kampung Uwibutu segera ditutup. ELSHAM Papua ©2017

Facebook Comments
About Admin 32 Articles
Lembaga Study dan Advokasi Hak Asasi Manusia (ELSHAM) di Papua lahir dari perenungan panjang terhadap pergumulan orang Papua akan situasi politik dan hukum yang bersifat represif. Kenyataan bahwa pendekatan keamanan dan berbagai bentuk kekerasan secara sistematis telah menciptakan rasa takut (traumatis) dikalangan rakyat Papua.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*