BAKAR ALKITAB, WISMA KOREM 172/PWY DIKEPUNG WARGA

Ricuh PadangbulanJayapura, ENS – Kondisi Padang Bulan, Abepura, tiba-tiba menjadi tegang, setelah beredar informasi bahwa seorang anggota TNI AD telah membakar Alkitab (Injil) sebanyak 56 buah di Wisma milik Komando Resort Militer (Korem) 172/Praja wira Yakhti (PWY). Informasi tersebut beredar dengan cepat melalui media sosial seperti facebook dan whatsapp, dan menarik perhatian masyarakat sekitar Abepura untuk datang ke lokasi kejadian. Kerumunan massa terus bertambah, sehingga muncul ketegangan antara massa dan anggota TNI AD yang menempati Wisma Korem. Informasi yang berkembang juga semakin simpang siur, sebagian menyebutkan bahwa bukan Alkitab yang dibakar namun buku-buku yang berkaitan dengan sejarah perkembangan Agama. Sebagian informasi lagi menyebutkan bahwa yang dibakar adalah Alkitab.

Menurut penuturan salah seorang sumber terpercaya; “Kemarin (Kamis, 25/5/2017), sekitar pukul 08.15 WIT, Anggota TNI AD di Wisma Korem 172/PWY, melakukan pembersihan lingkungan di sekitar wisma. Ada satu teman anggota yang lakukan pembersihan di dalam ruangan. Waktu teman-teman POM tanya dia, dia akui bahwa ada Alkitab yang dia bawa taru dalam tempat sampah lalu bakar luar pagar Wisma bersama sampah-sampah lainnya seperti kantung Plastik, kertas Folio, sisa-sisa dos minuman ringan seperti Susu Ultra, Aqua dan Qualala (jenis air mineral). Saya tidak tahu, apakah dia sengaja bakar atau tidak itu saya tidak bisa pastikan. Tapi yang jelas dia mengaku ke teman-teman POM, juga teman-teman di PROPAM bahwa dia bakar Alkitab, jumlahnya 56. Saat dia bakar ada orang yang lihat lalu tersebar berita pembakaran Alkitab. Lalu sekejap orang sudah berdatangan dan melakukan aksi protes, sambil minta bapak Aronggear selaku komandan KOREM untuk tunjukan teman yang bakar Alkitab ini agar dia dihukum atau dipecat di depan masa. Yang bakar Alkitab ini dia anggota aktif . Saya harap ELSHAM jangan sebut nama saya dalam laporan ini karena saya juga takut dan ini menyangkut keselamatan saya. Saya kasi tau informasi ini karena saya juga agama Kristen, pengikut Yesus Kristus. Sebagai manusia saya juga marah kenapa teman ini bisa lakukan hal seperti ini.” Sumber tersebut juga menambahkan  kepada ELSHAM Papua bahwa pelaku yang diduga membakar Alkitab telah diserahkan kepada pihak Polisi Militer (POM), untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Pantauan ELSHAM Papua, Pukul 10.00 WIT, Kapolsek Abepura, Komisaris Polisi Rudolf Yabansabra bersama anak buahnya tiba di depan KOREM yang beralamat di Jalan Raya Sentani, Padang Bulan, Abepura. Kehadiran pihak Polsek Abepura guna mengamankan massa yang sedang melakukan pemalangan jalan sambil meminta agar oknum pelaku segera dihadirkan di hadapan massa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Melihat kehadiran aparat Polsek Abepura, massa yang sedang marah langsung melempar Kapolsek dengan batu dan potongan kayu. Tidak lama berselang, Walikota Jayapura, Drs. Benhur Tommy Mano dan Kapolresta Jayapura, Ajun Komisaris Besar Polisi Tober Sirait tiba di lokasi kejadian guna menenangkan massa yang sedang memblokir jalan dan membakar ban bekas mobil. Pukul 14.20 WIT, Kapolda Papua tiba di lokasi kejadian.

Upaya Walikota Jayapura, Kapolda Papua dan Kapolresta Jayapura untuk bernegosiasi dengan massa tidak berjalan mulus. Massa yang masih kesal segera melampiaskan emosi mereka dengan melempari Walikota, Kapolda dan Kapolresta dengan batu, sehingga mengenai bagian kepala Kapolresta Jayapura. Salah seorang ajudan Kaporesta Jayapura juga terkena lemparan di bagian rusuk kanan. Tidak sampai disitu, massa juga melakukan pelemparan batu ke arah Markas KOREM 172/PWY. Tindakan massa membuat sehingga anggota TNI dan anggota BRIMOB Mapolda Papua yang sedang siaga di depan Markas KOREM segera melakukan penembakan ke arah massa. Massa akhirnya terkocar-kacir dan lari menyelamatkan diri.

Tindakan penembakan terhadap massa yang dilakukan oleh aparat TNI AD dan Brimob menyebabkan sehingga 3 warga sipil terkena tembakan, yaitu Victor Pulanda, Edi Siep dan Alvian Ukago. Menurut keterangan dari beberapa orang saksi, diketahui bahwa 2 orang tertembak di depan Wisma KOREM sedangkan 1 orang tertembak di depan Pintu Keluar Markas KOREM.

Masih terkait dengan insiden Pembakaran Alkitab, pada hari Jumat (26/5), warga sekitar Lingkaran Abepura menemukan sebuah selebaran yang ditempel pada tembok Toko Sumber Makmur. Dalam poster tersebut terdapat wajah 8 orang yang disebut sebagai Aktor dan Provokator terjadinya insiden penembakan dan pemalangan jalan di depan Markas KOREM. Kedelapan orang tersebut disebutkan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh aparat Polisi. Markus Theo Mongkau (50), Petugas Keamanan di Sekolah Menengah Pertama Advent Padang Bulan, Kelurahan Hedam adalah salah seorang dari kedelapan orang tersebut yang datang dan menyampaikan pengaduannya ke ELSHAM Papua pada hari Sabtu (27/5), Pukul 12.8 WIT. Kedatangan Markus adalah untuk meminta perlindungan karena beliau sendiri tidak terlibat langsung dalam insiden kericuhan di depan Markas Korem. ELSHAM melakukan konfirmasi ke pihak Polda Papua pada hari Selasa (30/5), pukul 14.19 WIT. Di ruang kerjanya, Kapolda Papua menegaskan bahwa ia tidak memberikan perintah kepada anak buahnya untuk menempelkan wajah 8 orang itu di dinding tembok sebagai DPO. “Saya tegaskan bahwa itu bukan Polisi yang lakukan. Kalau polisi yang lakukan maka ada lambang polisi. Menurut saya ada oknum-oknum tertentu yang lakukan hal itu. Tolong bapak Markus jangan takut, silahkan pulang ke rumah dan kerja seperti biasa”, tegas Kapolda. Pihak Polda Papua sendiri telah melakukan penyelidikan dan menyatakan bahwa yang terbakar bukanlah Alkitab, melainkan buku berjudul “Asal Usul Agama-agama” karangan Thomas Hwang. ELSHAM Papua ©2017

Facebook Comments
About Admin 32 Articles
Lembaga Study dan Advokasi Hak Asasi Manusia (ELSHAM) di Papua lahir dari perenungan panjang terhadap pergumulan orang Papua akan situasi politik dan hukum yang bersifat represif. Kenyataan bahwa pendekatan keamanan dan berbagai bentuk kekerasan secara sistematis telah menciptakan rasa takut (traumatis) dikalangan rakyat Papua.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*