Miliki Pistol, Robi Murib Ditembak Mati TNI

ilustrasi penembakan, timlo.net

ENS-Ilaga-Seorang warga sipil bernama Robi Murib (27), di tembak mati oleh Anggota TNI AD yang bertugas di Ilaga, Punca Jaya. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari saksi dan pihak keluarga korban, peristiwa penembakan terjadi pada 7 Juli 2017, sekitar pukul 14.15 WIT.

ilustrasi penembakan, timlo.net

Peristiwa penembakan berawal ketika Robi bersama dua orang temannya sedang duduk dan mengkonsumsi minuman beralkohol di rumah milik korban. Entah karena sebab yang belum diketahui secara pasti, terjadi pertengkaran mulut di antara mereka bertiga. Anggota TNI yang kebetulan sedang melakukan patroli disekitar tempat tinggal korban mencoba menghampiri mereka untuk melerai pertengkaran. Ketika mendekati mereka, anggota TNI melihat sepucuk pistol jenis revolver yang menggantung di pinggang kiri korban. Anggota TNI langsung menembak Robi di kaki kiri dan kanan. Robi jatuh tersungkur di tanah, sementara kedua temannya langsung melarikan diri. Robi berteriak meminta tolong, namun tidak ada rekan atau anggota keluarganya yang datang membantu. Anggota TNI AD lalu menyita pistol yang disandang Robi.

Seorang saksi yang tidak ingin disebutkan namanya, menyampaikan kepada relawan ELSHAM, “Hari itu, tentara dan polisi tembak Robi, lalu mereka tikam dengan Pisau Sangkur di kepala dan pinggang. Lalu mereka bawa Robi ke Rumah Sakit. Tiba di Rumah Sakit Ilaga, jam 5 sore (17.00), Robi meninggal. Setelah dapat berita, keluarga datang ambil jenasah dan bawa pulang ke rumah. Hari Sabtu (8/7), Robi di kubur,” ungkap saksi.

Dalam keterangan pers yang disampaikan oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Ing Teguh Rahardjo yang dirilis Kantor Berita Antara. Kapendam membenarkan terjadinya insiden penembakan yang menewaskan satu anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang juga anggota TPN OPM yaitu Beti Murib. “Memang benar prajurit TNI sudah menembak mati anggota KKB dan saat dievakuasi, juga ditemukan satu pucuk revolver beserta lima butir amunisi kaliber 9 mm,” kata Kol Inf Teguh Rahardjo, seperti dikutip dari Antara.

Kepemilikan Senjata Api oleh warga sipil dilarang di Indonesia, sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Darurat No. 12 Tahun 1951 dan Peraturan pengganti Undang-undang No. 20 Tahun 1960. Namun dengan semakin banyaknya unsur-unsur satuan pengamanan sipil yang dipersenjatai, maka pemerintah Indonesia melalui Kepolisian Republik kemudian mengeluarkan aturan tentang Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Senjata Non-Organik, sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2004.

Sekalipun memiliki kewenangan untuk menggunakan senjata api, namun anggota TNI maupun Polri harus patuh pada prosedur tetap penggunaan senjata api. Aturan penggunaan senjata api oleh TNI atau Polri telah diatur dalam Perkapolri No. 1 tahun 2009 dan Perkapolri No. 8 Tahun 2009 (khusus bagi anggota Polri), serta Peraturan Menteri Pertahanan Republik Indonesia No. 7 Tahun 2010. Pada hakekatnya baik anggota TNI maupun Polri hanya diperbolehkan menggunakan senjata api dalam situasi yang benar-benar dibutuhkan sebagaimana yang dijabarkan dalam peraturan tersebut di atas. Berdasarkan keterangan saksi, Robi tidak dalam posisi menyerang anggota TNI secara langsung, sehingga tidak semestinya ditembak dan dianiaya sampai tewas. ELSHAM Papua ©2017

Facebook Comments
About Admin 32 Articles
Lembaga Study dan Advokasi Hak Asasi Manusia (ELSHAM) di Papua lahir dari perenungan panjang terhadap pergumulan orang Papua akan situasi politik dan hukum yang bersifat represif. Kenyataan bahwa pendekatan keamanan dan berbagai bentuk kekerasan secara sistematis telah menciptakan rasa takut (traumatis) dikalangan rakyat Papua.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*