Home HAM Sisir Perumnas 3, Tim Gabungan TNI/Polri Tangkap 45 Orang

Sisir Perumnas 3, Tim Gabungan TNI/Polri Tangkap 45 Orang

465
0
SHARE

Jayapura, ENS,-Tim Gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang berjumlah 400 personil (04/04/2018), telah menangkap dan menahan 45 orang warga di sekitar Perumnas 3 Waena, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua.

Kejadian bermula dari upaya polisi untuk membubarkan rencana aksi “Deklarasi Panitia Persiapan Kemerdekaan Republik West Papua” yang akan digelar di Lapangan Kamp Walker, pada Kamis, 5 April 2018. Pihak polisi mengklaim bahwa mereka telah menerima informasi tersebut melalui selebaran yang beredar beberapa hari sebelumnya.

Beberapa saksi mata di sekitar tempat kejadian menjelaskan bahwa sejak pukul 07.00 waktu setempat, beberapa orang pemuda telah berkumpul untuk mendirikan sebuah panggung dari Kayu. Maksud pendirian panggung Kayu disiapkan sebagai tempat “Deklarasi Persiapan Kemerdekaan Republik West Papua” pada tanggal 5 April 2018. Sementara panggung Kayu sedang disiapkan, tiba-tiba muncul aparat Gabungan TNI dan Polri datang dengan maksud membongkar pendirian panggung Kayu. Seusai membongkar panggung Kayu, aparat Gabungan lalu menuju ke Rumah Susun Asrama Mahasiswa (Rusunawa) Universitas Cenderawasih (Uncen), yang berjarak sekitar 300 meter arah utara dari lokasi pendirian Panggung Kayu. Terlihat tiga unit kendaraan milik TNI dan 7 unit kendaraan milik Polri telah berada di sekitar Rusunawa Uncen. Onesimus Suhuniap (29) saksi yang di wawancara ELSHAM Papua menjelaskan bahwa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) secara organisasi sama sekali tidak terlibat dalam rencana aksi Deklarasi Panitia Persiapan Kemerdekaan Republik West Papua. “Kami sudah sampaikan sikap kami secara resmi dan terbuka melalui jumpa pers pada tanggal 3 April 2018. Walaupun kami tidak terlibat, tapi aparat tetap menjadikan Sekretariat KNPB sebagai target operasi,” tegas Ones.

Lebih jauh Suhuniap menjelaskan tentang kronologi penggerebekan dan perusakan terhadap Sekretariat KNPB. Pagi sekitar pukul 06.15, ia bangun lalu duduk di teras depan asrama (Rusunawa) sambil minum kopi. Sewaktu duduk, ada telpon dari teman aktifis KNPB, teman ini menyampaikan bahwa Jimmy Boroway dan Wene Bahabol bersama teman-temannya ada bangun pangung di lapangan Kamp Walker untuk kegiatan Deklarasi Persiapan Panitia Kemerdekaan Negara Republik West Papua.

Kepada teman tersebut saya sampaikan agar ia mengingatkan ingatkan semua teman-teman aktifis KNPB jangan terpengaruh dan terlibat dengan kegiatan itu. Lalu tiba-tiba ada 7 mobil Polisi dan 3 mobil TNI berhenti depan Asrama, anggota Polisi/Brimob dan TNI pegang senapan laras panjang masuk ke asrama, tendang pintu, masuk periksa kamar-kamar. Mereka bongkar pintu ruang Sekretariat KNPB lalu masuk obrak-abrik semua barang dalam ruangan. Periksa laci lemari, buka lemari, periksa kertas-kertas dalam ruangan. Ada gambar bermotif bintang kejora depan pintu, mereka gunakan Pisau sangkur potong daun pintu lalu bawa. Mereka bilang itu bendera Papua.

Sementara anggota Polisi, Brimob dan TNI lakukan pemeriksaan dalam ruangan asrama. Kapolres dan Dandim (Komandan Kodim 1701 Jayapura) menemui saya lalu sampaikan saya agar segera naik di mobil Polisi. Teman-teman yang berdiri di samping saya lalu sampaikan, tidak bisa, kalau bawa Ones berarti kami juga ikut. Ahkirnya saya naik di mobil Tahanan Polisi bersama teman-teman aktifis KNPB. Saya lihat polisi, brimob dan anggota TNI tangkap orang masukan dalam mobil tahanan termasuk mahasiswa yang sementara pulang kuliah, juga yang mau pergi kuliah. Saya dan teman-teman duduk dalam mobil tahanan sambil menunggu Polisi, Brimob dan anggota TNI lakukan penyisiran ke asrama mahasiswa UNCEN dari Unit 1 – 6. Mereka bawa motor (kendaraan roda dua) lalu naikan di mobil polisi. Saya dengar ada suara anggota Polisi sampaikan ke teman-temannya, angkut semua motor yang ada karena itu barang curian. Lalu kami dibawa ke Markas Brimob di Kotaraja.

Sampai di Markas Brimob, kami tetap duduk dalam mobil tahanan. Kira-kira selama 1 jam 45 menit kami duduk dalam mobil tahanan, karena anggota Brimob mereka ada makan siang. Kami di dalam mobil tahanan merasa kepanasan dan sulit bernapas karena kekurangan oksigen. Lalu kami dibawa ke Mapolres Kota Jayapura. Sekitar pukul 16.00, Polisi kasih kami nasi bungkus untuk makan. Tapi saya tidak langsung makan karena sudah terlambat jam makan, sebab saya sedang kena gangguan penyakit Lambung. Kemudian Kasat (Intel) berikan saya Obat Maag untuk minum. Setelah kami diberi waktu istirahat, lalu saya orang pertama yang dipanggil untuk diinterogasi. Namun saya sampaikan kepada polisi bahwa saya akan jawab semua pertanyaan jika didampingi oleh kuasa hukum.

Suhuniap menyebutkan bahwa sebanyak 44 orang ikut ditangkap oleh aparat gabungan TNI dan Polri dalam penggerebekan tersebut, lalu di bawa ke Polres Kota Jayapura. “Semuanya ada 44 orang yang ditangkap, ada mahasiswa, pelajar dan masyarakat biasa. Semua ditangkap dengan alasan yang berbeda, ada yang karena alasan politik (Papua Merdeka) dan ada juga karena alasan kriminal seperti pencurian,” terang Suhuniap. Selama berada di Mapolres Kota Jayapura, Suhuniap diinterogasi secara terpisah. Namun dia tidak memberikan keterangan apapun sampai didampingi oleh Kuasa Hukum.

Berdasarkan pantauan ELSHAM Papua, sekitar pukul 17.30, Tim Kuasa Hukum yang terdiri dari Elsham Papua, SKPKC Sinode GKI, LBH Papua, Perkumpulan Advokat/Pengacara Hak Asasi Manusia (PAHAM) untuk Papua dan Lembaga Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (GABAH) Papua tiba di Mapolresta Kota Jayapura untuk melakukan pendampingan Hukum. Tim Pengacara yang mendampingi yaitu, Gustaf Kawer, SH; Elias Pekei, SH; Herman Sinurap, SH; Andreas Ronsumbre, SH; Tommy Albert Tobing, SH; Beny Wetipo, SH; Evander Urbanus Dekeniap, SH; dan Frederika Korain, SH. Menurut Suhuniap, sewaktu diinterogasi, pertanyaan berkisar terkait Deklarasi Persiapan Kemerdekaan Negara Republik West Papua. “Saya diperiksa sejak sore sekitar pukul 17.30 – 01.00 dini hari. Semua pertanyaan berkisar di Deklarasi kemerdekaan West Papua dan struktur organisasi KNPB. Saya sampaikan ke penyidik bahwa, KNPB tidak ada urusan dengan Deklarasi yang dilakukan pada tanggal 5 April. KNPB sudah tegas nyatakan sikap lewat siaran pers tanggal 3 April, silahkan baca isi siran pers yang kami buat. KNPB selama ini ikut membantu Indonesia menawarkan Referendum sebagai solusi penyelesaian konflik di Papua. Soal pilihan politik adalah milik rakyat Papua, kami hanya tawarkan solusi melalui referendum,” papar Suhuniap.

Dari 45 orang yang ditangkap, hanya 10 orang saja yang diinterogasi oleh penyidik, yaitu: Onesimus Suhuniap, Christyn Yeimo, Hosea Yeimo, J. Hendri Wanimbo, Pangkresia Yeem, Frans Kamesok, Oten Gombo, Matius Huby, Petrus Wetipo dan Siprianus Tipian. Sekitar pukul 02.40 dini hari, Kasat Reskrim dan Kasat Intel Mapolres Kota Jayapura memberikan Berita Acara Penyerahan Orang, sebanyak 26 orang yang ditangkap kepada Tim Kuasa Hukum agar dipulangkan ke rumah. Keesokan harinya, 5 April 2018, pukul 12.15 waktu setempat, 15 orang dibebaskan dan diserahkan kepada Tim Kuasa Hukum. Aparat Polres Kota Jayapura lalu mengantar 15 orang yang telah dibebaskan ke Abepura. Selanjutnya 15 orang yang baru dibebaskan datang ke kantor ELSHAM Papua, dan melakukan jumpa pers guna menjelaskan peristiwa penahanan yang dialami mereka.

Dalam peristiwa ini, aparat Polisi berhasil menyita sejumlah laptop, Handphone, dan kendaraan roda dua yang diduga sebagai barang curian. Sementara itu, aparat juga menyita sebuah umbul-umbul dan beberapa baliho milik KNPB. Polisi juga menyita handphone Nokia berwarna putih milik Alo Hesegem, serta handphone Vivo dan uang tunai sebesar satu juta Rupiah milik Yon Pekei. Sampai laporan ini dibuat, kedua handphone dan uang tunai belum dikembalikan oleh polisi.

Sampai dengan laporan ini dibuat, diketahui bahwa masih ada 4 orang yang ditahan di Polsek Abepura guna proses hukum lebih lanjut. Keempat orang yang masih ditahan adalah Petrus Wetipo yang diduga tersangka kasus Narkoba, Siprianus Tipian tersangka kasus pencurian sepeda motor, serta Noper Karoman dan Sabeluk Maker sebagai tersangka kasus pencurian laptop. Surat penahanan atas nama Noper Karoman dan Sabeluk Maker telah diserahkan oleh Polisi kepada pihak keluarga, di mana status Sabeluk Maker dari saksi telah dinaikan menjadi tersangka.

Berikut adalah daftar nama warga yang ditangkap oleh aparat gabungan TNI dan Polri dalam penyisiran yang dilakukan di Perumnas 3, pada tanggal 4 April 2018 adalah:

  1. Onesimus Suhuniap
  2. Oten Gombo
  3. Hendri Wanimbo
  4. Frans Kamesok
  5. Gerson Hiluka
  6. Pangkresia Yeem
  7. Christyn Yeimo
  8. Matius Huby
  9. Siprianus Tipian
  10. Hosea Yeimo
  11. Sepi Alua
  12. Yon Pekei
  13. Marlon Kaitana
  14. Ferri Banundi
  15. Siloam
  16. Asmin Wenda
  17. Anto Wandik
  18. Alfons Wandik
  19. Wakoneri Lewis Kogoya
  20. Jackson Huby
  21. Niko Kowip
  22. Yan Manggaprouw
  23. Philipus Djanggai
  24. Alus Hilman
  25. Dinus Murib
  26. Jackson Kambu
  27. Petrus Wetipo
  28. Nerius Heluka
  29. Alo Hesegem
  30. Misla Weya
  31. Yosua Kayame, S.Stp
  32. Alex Siep
  33. Niko Kobogau
  34. Tinus Giban
  35. Ebe Saila
  36. Yance S.
  37. Etes Yalak
  38. Yanus Suil
  39. Yonis Lokan
  40. Sabinus Wakla
  41. Vina Yewen
  42. Yoseph Katerinus
  43. Noper Karoman
  44. Sabeluk Maker
  45. Joseph Imbanop

Sementara selebaran yang disebarkan dalam rangka “Deklarasi Panitia Persiapan Kemerdekaan Negara Republik West Papua” disingkat (PPK-NRWP) bertuliskan sebagai berikut:

Seruan Umum!!!!!!!

Rakyat yang bangkit melawan sistem NKRI adalah rakyat yang mampu membentuk sebuah Bangsa dan Negara West Papua. Maka itu, kami dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Negara Republik West Papua mengudang seluruh orang West Papua yang mau merdeka, hadir dalam kegiatan bermaksud:

Hari/Tanggal : Kamis, 5 April 2018

Waktu : 08.00 WWP – selesai

Tempat : Lapangan Kali Kamwolker – (Perumnas Tiga)

Bentuk Kegiatan : Deklarasi “PANITIA PERSIAPAN KEMERDEKAAN NEGARA REPUBLIK WEST PAPUA”.

Demikian undangan kami, atas perhatian seluruh rakyat West Papua, kami mengharapkan dapat hadir dalam kegiatan ini. KOORDINATOR UMUM PANITIA PERSIAPAN KEMERDEKAAN NEGARA REPUBLIK WEST PAPUA (PPK-NRWP)

(ditandatangani oleh)

Jimmy Boroway, Wene Bahabol, Oteka Lamuly

ELSHAM Papua ©2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here