Home Press Release SIARAN PERS : TOLAK LAPORAN KORBAN, POLISI MELANGGAR PRINSIP RULE OF LAW...

SIARAN PERS : TOLAK LAPORAN KORBAN, POLISI MELANGGAR PRINSIP RULE OF LAW DAN HAM

402
0
SHARE

KOALISI HAM UNTUK 44 KORBAN PENANGKAPAN PAKSA

LBH PAPUA, ELSHAM PAPUA, PAHAM PAPUA, GABAH PAPUA


 SIARAN PERS

TOLAK LAPORAN KORBAN, POLISI MELANGGAR PRINSIP RULE OF LAW DAN HAM

Hak Hukum Tiga orang Korban atas peristiwa penangkapan dan penahanan (orang dan barang) paksa : Riko Kobugau, Yon Pikei dan Ottow G Wonar, diabaikan oleh Kepolisian Resort Kota (Polresta) Jayapura.

Laporan kehilangan barang yang hendak dibauat oleh ke Tiga Korban tersebut atas kehilangan barang mereka yang dirampas oleh pasukan gabungan Kepolisaan dan TNI dalam peristiwa penangkapan dan penahanan paksa (orang dan barang) yang dilakukan oleh aparat gabungan Polisi dan TNI pada tanggal 04 April 2018 di Asrama Uncen Unit 1-6 Perumnas 3 Waena, Jayapura, yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kota Jayapura dan Dandim Kota Jayapura, ditolak oleh Kepolisan ditingkat Polresta Jayapura dan Polsek Abepura. Padahal barang tersebut adalah milik Korban, serta Korban dan berangnya itu tidak terbukti terlibat dan bukan merupakan bagian dari tindak pidana yang disangkakan oleh Polisi. Sehingga sudah merupakan kewajiban hukum, Polisi untuk menjaga aman barang tersebut serta setelah proses pemeriksaan wajib dikembalikan kepada Korban secara sah dan  utuh. Namun seperti dijelaskan di atas, barang tersebut telah hilang di tangan Kepolisian. Oleh sebab itu, sudah merupakan hak hukum Korban yang dilindungi oleh hukum (Pasal 108 ayat 1 KUHAP) untuk memproses hukum pelaku-pelaku yang di duga melakukan pengambilan barang milik Korban, melalui Laporan kehilangan barang ke Kepolisan. Sesuai aturan Hukum (Pasal 102 KUHAP), Polisi wajib menerima laporan korban dan menindak lanjutinya. Namun dalam kasus tiga klien kami ini, Polisi tidak menerima Laporan Korban dan secara lantang menolak Laporan tersebut. Tindakan Kepolisian ini merupakan bentuk dari pelangggaran terhadap prinsip negara hukum (rule of law) yang mengedepankan prinsip-prinsip fair trial/peradilan yang adil, yakni keadilan bagi semua warga negara Indonesia, persamaan didepan hukum, termasuk kewajiban polisi untuk bekerja sesuai prosedur hukum dan termasuk pelanggaran HAM : hak atas hukum yang adil, Pasal 26 Konvenan Internasional HAK Sipil Politik (HAK SIPOL) dan Pasal 7 UU HAM No 39/1999.

Sebelum Korban melapor kehilangan barang ke pihak Kepolisian : Polsek maupun Polres, korban dan kuasa hukum telah ke kantor Polres dan Polsek  bertemu dengan Petugas terkait untuk mengambil barang-barang milik ketiga Korban tersebut, namun pihak penyidik yang menangani perkara tersebut mengatakan barang tersebut tidak ada, Korban dan Kuasa hukum berulang kali pulang balik Polres dan Polsek untuk memastikan barang tersebut namun benar barang milik Korban tidak ada, otomatis barang tersebut telah hilang di tangan Kepolisian.

Atas peristiwa tersebut kami mengkritik kinerja Kepolisian yang dinilai tidak profesional dan sesuai prosedur hukum. kami mendesak Kepolisan Polda Papua untuk mengevaluasi kinerja Kepolisan Kota Jayapura, serta Publik (Masyarakat umum) untuk melakukan krontrol ketat terhadap kinerja Kepolisian agar Kepolisian dapat bekerja profesional dalam menegakan hukum, hingga terpenuhinya hak-hak hukum dan HAM warga Kota Jayapura.

Tiga orang Korban tersebut: Riko Kobugau, Yon Pikei dan Ottow G Wonar adalah merupakan mahasiswa aktif di Kampus Universitas Cenderasih, dua orang dari mereka ditangkap dan ditahan tanpa surat pemberitahuan, bersamaan dengan 42 Orang Mahasiswa dan Aktivis lainnya dalam penangkapan dan penahanan (orang dan barang) paksa yang dilakukan pada tanggal 4 April 2018.

Barang-barang milik Tiga Korban yang hilang adalah 1 Laptop, 2 HP , dan Uang 1 Juta rupiah.

Keterangan : Riko Kobugau : Handphone merk Samsung J2 Prime, 1 unit; Yon Pikei : Handphone merk tap warna hitam 1 unit dan uang 1 Juta Rupiah, uang tersebut hendak dipakai untuk bayar SPP; Ottow G Wonar: Laptop Lenovo 1 unit, laptop tersebut sedang dipakai untuk penulisan skipsi.

Jayapura, 24 April 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here