Home HAM Pasca Penyerahan diri, Warga Minta Perlindungan Ke Elsham Papua

Pasca Penyerahan diri, Warga Minta Perlindungan Ke Elsham Papua

222
0
SHARE

ENS, Yapen,- Beberapa warga kampung Wanampompi, Wadapi, yang mengatasnamakan diri anggota dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah menyerahkan diri kepada Pangkuan Ibu Pertiwi, NKRI di Kota Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen (17/7/2017). Proses penyerahan diri ini   berdampak buruk terhadap aktifitas masyarakat yang berdomisili di dua kampung tersebut di atas, termasuk kampung Manananyam dan Ambaidiru. Masyarakat tidak  aman dan  takut  beraktifitas  seperti  melaut, berkebun, berjualan di Kota Yapen. Beberapa dari mereka selalu diikuti oleh aparat  Polisi dan TNI, bahkan secara langsung mereka ditanya aktifitas sehari-hari.

PW mengisahkan, ia dan beberapa warga yang sering diikuti oleh aparat kepolisian dan TNI, sejak beberapa orang  menyerahkan diri sebagai anggota OPM  ke NKRI, kami rasa takut karena setiap hari ada Polisi dan tentara patroli ke kampung dan menanyakan keberadaan anggota OPM, apakah masih ada OPM di kampung? Kalau ada, bilang mereka segerah menyerahkan diri!

“Saat saya pergi ke Kota Serui belanja keperluan rumah tangga, ada empa anggota polisi cegat saya di pasar, mereka tanya saya, bikin apa di kota, tinggal dimana, pulang atau menginap di kota? Saya jawab saya datang belanja keperluan rumah tangga dan pulang ke kampung”.

PW tidak bisa menahan rasa takut dan akhirnya ia melaporkan kejadian ini ke kontak person  Elsham Papua di Yapen guna mendapat perlindungan. “Saya mohon Elsham tolong jaga saya,”  ungkap PW pada Jumat (16/02), Pukul 14. 40 WIT di rumahnya di kampung Manananyam.

Hal yang sama juga dialami oleh DA (55) yang berdomisili di kampung Kaboena. Kepada kontak person Elaham Yapen,  DA  menuturkan, “Saya ini korban penembakan 1 Desember 2015 saat ibadah syukuran memperingati HUT 1 Desember di kampung Wanampompi. Saya telpon kontak person Elsham Yapen untuk menyampaikan situasi ketakutan yang saya alami.”

Sejak peristiwa penyerahan  diri anggota  OPM  di kampung Wadapi, DA (55) dipantau Polisi yang sering patroli ke kampung Kaboena. Sebulan dua kali mereka datang ke kampung. Mereka bertemu langsung dengan DA (55) dan menanyakan kesehatannya, apakah DA (55) sehat atau tidak.  DA (55) juga diberi nasihat untuk tidak boleh terlibat dalam  gerakan Papua merdeka, “Kalau ada masyarakat di kampung yang terlibat Papua merdeka, tolong sampaikan ke kami untuk segerah serahkan diri ke Indonesia” kata polisi yang saat itu bertamu ke rumah DA (55).

Situasi ini membuat  DA (55) tidak bebas bergerak dan rasa tidak aman, DA menceritakan apa yang dialaminya dan meminta perlindungan kepada kontak person Elsham Yapen Jumat (17/02), Pukul 16.02 WIT di rumahnya di kampung Kaboena.

Operasi Intelijen, baik Polri maupun TNI di kampung-kampung yang dianggap sebagai tempat persembunyian anggota OPM membuat masyarakat ketakutan, terutama warga yang menjadi DPO oleh pihak TNI dan Polri, selalu berhati-hati dalam bepergian karena setiap minggu ada patroli gabungan TNI dan Polri yang melewati kampung-kampung yang sudah ditandai oleh TNI dan POLRI sebagai tempat yang harus di monitor setiap saat.

Akibatnya sebagian masyarakat harus berpindah-pindah tempat tinggal dari  satu kampung ke kampung lain, bahkan bersembunyi di hutan-hutan.@ElshamPapua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here