Home HAM Kepala Distrik Yamor Aniaya Pendeta, Ronald Yang Ditahan

Kepala Distrik Yamor Aniaya Pendeta, Ronald Yang Ditahan

478
0
SHARE

Kaimana, ENS,-Jamsul Runtuk, Kepala Distrik Yamor, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, dilaporkan telah melakukan tindakan penganiayaan berupa pemukulan terhadap Edison Giay, seorang Pendeta yang bertugas di Kampung Yamor. Tindakan penganiayaan terhadap Edison terjadi pada 06 Februari 2018, sekitar pukul 08.30 waktu setempat, di halaman rumah Jamsul Runtuk. Akibat peristiwa ini, Ronald Kirihio yang mendampingi Edison untuk melaporkan kejadian ke pihak kepolisian, justru mendekam di tahanan Polres Kaimana dan diancam dengan hukuman tujuh tahun penjara.

Kejadian berawal dari terbaliknya perahu motor yang mengangkut 25 penumpang di sekitar Tanjung Boi, Teluk Etna, pada 19 Januari 2018. Musibah ini menyebabkan empat orang penumpang meninggal dunia. Para penumpang yang mengalami musibah adalah warga kampung Yamor, Kabupaten Kaimana. Edison adalah salah seorang penumpang yang selamat dari musibah, berinisiatif untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak pemerintah Distrik Yamor. Edison lalu mendatangi kantor Distrik Yamor pada tanggal 4 Februari 2018 untuk bertemu Kepala Distrik Yamor, dengan harapan agar Kepala Distrik Yamor dapat melanjutkan laporan kejadian yang mereka alami kepada Bupati Kaimana. Selama dua hari menunggu, tidak ada reaksi dari pemerintah Distrik Yamor, sehingga Edison mendatangi rumah Kepala Distrik Yamor pada 6 Februari 2018, sekitar pukul 08.00 waktu setempat, dengan tujuan untuk menanyakan tanggapan pemerintah lokal terhadap laporan yang telah disampaikan sebelumnya. Namun pertemuan tersebut justru berujung pada pertengkaran yang berakhir dengan tindakan pemukulan yang dilakukan Jamsul terhadap Edison.

Waktu saya ketemu bapak Kepala Distrik, Jamsul Runtuk, saya tanya, apakah bapak sudah laporkan kejadian ini ke Bapak Bupati? Saya mohon bapak laprokan hal ini segera agar ada bantuan ke masyarakat yang alami musibah ini. Tetapi bapak Kepala Distrik berdiri depan rumah lalu jawab, Kau bukan manusia, kau bukan Pendeta, suratmu ini tidak benar. Kemudian Kepala Distrik pukul saya di bagian telinga kiri, bagian dada lalu mendorong saya keluar dari teras rumahnya”, ujar Edison.

Lebih lanjut Edison menjelaskan, bahwa ia sudah memberikan penjelasan ke Pol Air dan BASARNAS, dan mereka sudah berangkat ke tempat kejadian. Pol Air dan BASARNAS yang mengarahkannya untuk memberikan keterangan tentang kejadian ini, dan mereka menyarankannya untuk melaporkan peristiwa tersebut ke kepala distrik. “Kenapa bapak kepala distrik mengatakan saya memberikan keterangan palsu?” tanya Edison pada kepala distik.

Merasa tidak puas dengan tindakan yang dilakukan oleh Jamsul, Edison dengan didampingi oleh Ronald Kirihio lalu melaporkan tindak penganiayaan yang dilakukan oleh Kepala Distrik Yamor terhadap Edison ke Polres Kaimana, pada 6 Februari 2018. Ketika membuat laporan pengaduan, Edison membawa serta barang bukti berupa hasil visum et repertum dengan nomor 446/388/2011, yang ditandatangani oleh dr. Yoan S. Mose, SIP., petugas Rumah Sakit Umum Daerah Kaimana.

Pada 12 Februari 2018, Edison bersama Ronald pergi ke Mapolres dengan tujuan mengambil Surat Tanda Pelaporan (STPL). Sewaktu tiba di Mapolres Kaimana, Kepala Distrik Yamor juga sedang berada di Mapolres. Wakil Kapolres Kaimana mempersilahkan Edison menemuinya di ruang kerja, namun Ronald merasa keberatan. Sebagai orang yang mendampingi Edison, Ronald ingin tetap mendampingi Edison saat bertemu dengan Wakil Kapolres Kaimana. Wakil Kapolres Kaimana tetap menekankan agar Edison sendiri yang bertemu dengannya di dalam ruang kerja. Edison menyarankan Ronald agar menunggu di luar ruang kerja kerja Wakil Kapolres Kaimana. Ronald kemudian mengalah dan menunggu Edison di ruang Reskrim.

Ketika sedang menunggu, tiba-tiba salah seorang anggota Polisi datang mendekat dan langsung memukul Ronald. Tidak terima dengan perlakuan anggota Polisi tersebut, Ronald melakukan pembelaan diri sehingga terjadi aksi saling kejar di dalam Markas Polres Kaimana. Beberapa anggota Polisi yang lain juga turut mengejar dan  memukul Ronald. Akibat pengeroyokan dan penganiayaan oleh beberapa anggota Polres Kaimana, Ronald mengalami luka memar di Pipi kanan, sementara bagian wajah mengalami pembengkakan. Kepala Ronald juga diinjak oleh anggota Polisi sehingga tergores dan mengeluarkan darah. Ronald lalu dimasukan ke dalam tahanan dan dituduh melanggar Undang-undang Darurat, dengan ancaman hukuman maksimal 7 (tujuh) tahun penjara.

Henock Kirihio yang adalah ayah Ronald berharap agar anaknya dapat dibebaskan dari segala tuduhan. “Saya mohon Elsham Fakfak laporkan masalah ini ke Elsham Papua di Jayapura. Tolong bantu urus anak saya, saya khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap anak saya. Sekali lagi saya mohon tolong bantu urus anak saya. Sebab saya dengar anak saya akan dipindahkan oleh Polisi ke Lembaga Pemasyarakatan di Kabupaten Fakfak,” tutur Henock Kiriho. ELSHAM Papua ©2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here