Home Elsham News Jordi Benan (19), korban Salah Tangkap dan Salah Tahan

Jordi Benan (19), korban Salah Tangkap dan Salah Tahan

43
0
SHARE
Jordi Benan di ruang tahanan Polsek Abeppura

Jayapura-ENS,-Yohanis Nafur Benan (52), Senin (24/09), Pukul 12.32 WIT, datang ke kantor ELSHAM Papua untuk mengadu tentang anaknya yang ditahan di Mapolsek Abepura pada 19 September 2018. Yohanis datang mengadu karena menurut Yohanis, anaknya tidak bersalah. Nason Wetapo (17) saksi mata yang bersama-sama dengan Jordi Benan saat ditangkap menceritakan krnologisnya.

Hari itu, Selasa (18/09), Nason Wetapo dan Jorge ada duduk di depan kantor Telkom Expo Waena buka internet lewat hp (handphone) karena di Telkom ada Waifi. Sementara kami duduk, ada lima orang (Gusto Marey, Ricardo Borom, Idul Asso, Alfaro Yakadewa, Alfaro Samber) datang dekati kami dua lalu mengatakan, “Kamu ada bikin masalah di Jalan Belut, tadi kamu bertengkar.”

Nason menjawab, “Itu kalian punya urusan, saya dan Jordi tidak ikut campur karena kami tidak tahu.” Lalu saya dan Jordi pulang ke rumah. Lima orang itu adalah

Nason dan Jordi pergi ke kantor Telkom untuk buka internet Rabu (19/09), Pukul 21.17 WIT. Tiba-tiba ada anggota Polisi datang langsung pegang saya dan Jordi naikan dalam mobil bawa ke Polsek Abepura. Polisi tanya “Benar kamu yang berkelahi, pukul orang di Jalan Belut?”

“Saya jawab bukan saya bapak, saya tidak tahu, jangan tangkap saya, saya tidak tahu dengan masalah yang bapak maksud. Saya lihat dan dengar Polisi juga tanya hal yang sama ke Jordi.” Kata Nason.

Lanjutnya lagi, “Saya kaget, karena Polisi katakan akan tahan Jordi, saya sampaikan ke bapak Polisi, jangan tahan Jordi, dia tidak salah, bukan dia yang berkelahi.”

Lalu bapak Polisi jawab, “Diam, jangan bicara, kamu masih pelajar, kamu belum tahu apa-apa. Jordi itu Mahasiswa, dia sudah kuliah, dia sudah mengerti dasar dasar hukum. Saya takut dapat tembak dan takut dimasukan dalam penjara jadi saya diam.”

Sampai di kantor polisi, bapak polisi persilahkan saya duduk di teras depan sampai pagi Pukul 06.00 WIT,  ada anggota polisi yang berikan saya uang Rp 25.000 lalu ijinkan saya pulang ke rumah. Saya langsung ke Jordi punya rumah sampaikan ke bapak Yohanis kalo Jordi ada masuk tahanan di Polsek Abepura.

Ayah Jordi yang mendapat informasi dari Nason menuju Polsek Abepura untuk melihat anaknya. “Saya lapor di petugas, mereka tidak ijinkan saya masuk lihat anak saya. Lalu ada anggota polisi yang jawab, anak bapak sedang dimintai keterangan. Saya sampaikan ke bapak polisi, kenapa masukan anak saya dalam tahanan, dia tidak salah. Tapi bapak polisi jawab, anak bapak minum mabuk, pukul orang di Jalan Belut.” Ujar Yohanis menceritakan saat ia berada di kantor Polsek Abepura.

“Saya mohon bapak polisi, tolong ijinkan saya masuk lihat Jordi, saya mohon. Jordi anak saya dan saya ini orang tua kandung. Saya mohon bapak polisi ijinkan saya masuk walaupun beberapa menit saja yang penting saya bisa lihat anak saya”, kata Yohanis memohon sambil menangis. Namun tidak diijinkan, lalu Yohanis pulang ke Rumah sampaikan ke istrinya tentang  upaya yang dia sudah lakukan di kantor Mapolsek Abepura.

Hari Jumat, saya kembali ke kantor Polsek bertemu dengan bapak Kapolsek. Saya tanya, kenapa anak saya ditahan, dia tidak salah. Bapak Kapolsek jawab, “Masalah ini sudah diserakan ke penyidik, saya persilahkan bapak bertemu dengan penyidik.”

Lalu saya bertemu dengan penyidik di ruangannya. Saat saya masuk korban yang lapor anak saya ada duduk memberikan keterangan ke penyidik. “saya sampaikan ke penyidik, bapak kenapa tahan anak saya, dia tidak salah, anak saya tidak pukul orang yang duduk ini.” Kata Yohanis.

“Bapak punya anak Jordi suda mengaku dan sudah tandatangan Berita Acara Perkara (BAP).” Ujar penyidik Polsek Abepura

Saya kemudian bertanya pada korban, “benarkah anak saya yang pukul bapak, bapak lihat anak saya ini bapak kenal dia yang pukul bapak?”

Korban hanya jawab, dia punya HP dua hilang. Lalu saya sampaikan ke penyidik, “Tolong bapak, anak saya tidak salah, tolong bebaskan anak saya, anak saya ini baru lulus ujian di kampus UNCEN, anak saya baru kuliah, saya mohon bapak penyidik bebaskan anak saya.” Sayang, upaya dari bapak Yohanis sia-sia akhirnya bapak Yohanis pulang ke rumah.

Setelah Yohanis melapor ke Elsham, Rabu (26/09) Pukul 10.11 WIT, Elsham menjumpai Jordi di tahanan Mapolsek Abepura guna mendengar keterangan terkait kasus tersebut.

Jordi menjelaskan bahwa ia tidak berkelahi, “Saya tidak berkelahi, saya tidak pencuri orang itu punya HP, saya bingung dan takut. saya  ada tanda tangan surat yang polisi kasi, saya tidak tahu itu surat apa, karena takut saya turuti saja apa yang bapak polisi sampaikan. Tolong bebaskan saya, saya tidak salah, saya mau kuliah, sudah satu minggu saya tidak ikut kuliah.”@Elsham Papua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here