Home Elsham News Daud Ayomi Mati Kena Tembak

Daud Ayomi Mati Kena Tembak

64
0
SHARE
Ilustrasi penwmbakan

Polisi  Tahan Tiga Pelajar dan Satu warga

Jayapura, ENS,- Peristiwa penembakan oleh orang tak dikenal terjadi di Wadio Pantai, Nabire (22/10/118) pukul 20.00 WIT. Daud Ayomi (27) menjadi Warga Wadio Pantai menjadi korban dengan luka tembak di dada, warga yang mendengar letusan bunyi tembakan langsung keluar dari rumah dan berjalan menuju ke arah TKP (tempat kejadian perkara).

Seoarng saksi mengatakan, kejadian berawal ketika korban dari rumah menggunakan kendaraan roda dua dengan tujuan membeli air galong.  Di Jalan Wadio Pantai, saat itu ada empat orang berdiri di pinggir Jalan. Tiba-tiba bunyi tembakan, korban jatuh tersungkur ke tanah bergumulan darah.

Saksi saat itu duduk sambil makan pinang tak jauh dari lokasi kejadian, tiba-tiba terdengan bunyi tembakan, ia lari keluar dan langsung ke TKP. “Saya lihat ada orang berlumuran darah tersungkur di tanah. Lalu saya berteriak tolong tolong ada orang dapat tembak,” ujar saksi.

Semua orang datang saling bertanya apakah ada yang kenal korban.  Ada yang kenal, korban bernama Daud Ayomi (27) warga Wadio, ayah dua anak yang juga masih berstatus mahasiswa di kampus Sekolah Tinggi Theologia  Walter Post, kampus II Nabire. Warga kemudian menyebar cari pelakunya. Saksi mengatakan “Saya lihat ada empat orang lari lalu saya berteriak kejar kejar, mereka yang tembak Daud. Motor milik korban dibawa lari oleh pelaku, kemudian kita kejar mereka. Saat kita kejar pelaku, ada satu pelaku yang lompat dari kendaraan langsung lari, ternyata kendaraan yang di tinggal itu milik korban. “

Satu pelaku bersembunyi di belakang rumah korban, karena ada suara anjing menggonggong, warga menuju belakang rumah korban untuk mencari pelaku. Saat menemukan pelaku, warha memukulnya hingga tewas.

Anggota Brimob dan Polisi dari kesatuan Dalmas tiba di TKP pukul 21.00 WIT dan membawa dua korban tersebut ke rumah sakit Siriwini untuk diotopsi. Pukul 22.00, WIT Kapolres dan Dandim 1753 bersama anggota Brimob tiba di TKP untuk bertemu dengan masyarakat. Dandim menyampaikan ke warga agar masalah bisa selesaikan secara keluarga  tidak boleh di besar-besarkan. Karena menurut Dandim  kamu satu  kita satu (maksudnya, korban satu dari pihak TNI AD dan satu dari masyarakat yaitu Daud Ayomi).

Hal berbeda disampaika Kapolres, menurut Kapolres proses hukum tetap dilanjutkan, semua pelaku akan di tangkap. Setelah pertemuan dengan warga, Kapolres dan Dandim meninggalkan Wadio Pantai.

Dari informasi yang diperoleh Elsham, terdapat luka di dada kanan dan proyektil peluru belum dkeluarkan dari luka tembakan yang menyebabkan korban meninggal. Pukul 23.35 WIT, aparat gabungan TNI/POLRI gunakan lima mobil dan dua kendaraan tertulis Waterkanon tiba di TKP membawa seorang warga (Agus Webi) yang diduga sebagai pelaku yang membunu anggota TNI. Agus lalu dibawa ke Mapolres untuk ditahan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu, ada tiga orang anak, Soloman Webi (18) Siswa SMU,  Vedius Jadau (14) siswa  SMP dan Kores Voi  (19) Siswa SMU Kelas III. Hendak lihat korban di rumah sakit, saat berdiri menunggu kendaraan, ada anggota Brimob menawarkan tiga pelajar ini untuk numpang kendaraan mereka yang tertulis Korps Brimob. Nantinya mereka akan megnatar ketiga anak tersebut ke rumah sakit.  “Namun kami tidak diantar ke rumah sakit, tapi kami dibawa ke Mapolres, lalu polisi  arahkan kami masuk dalam penjara, saya takut jadi diam saja. Saya takut dapat tembak mati, om tolong bantu keluarkan saya dari penjara, saya masih sekolah di SMP, om bukan saya yang bunuh tentara itu” tutur Vedius. @Elsham

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here