Home Uncategorized David Tarko Masih Sakit

David Tarko Masih Sakit

67
0
SHARE
David Tarko berkunjung ke kantor Elsham Papua

Jayapura, ENS,- Korban penembakan 11 Januari, Pukul 15.21 WIT di kampung Brap, David Tarko (59) masih menjalani perawatan. Korban ditembak di Paha kiri dan kanan. Elsham Papua, yang mengunjungi korban saat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, mendapat informasi bahwa dokter Only sudah lakukan operasi di paha kanan untuk mengeluarkan serpian peluru. Operasi berikut dilakukan tanggal 14 Januari, Pukul 15. 00 WIT.

Menurut Istri Korban, saat operasi, polisi tidak ijinkan keluarga atau istri korban hadir dalam ruang operasi sebagai saksi. Selesai operasi,  dokter menyampaikan bahwa sudah dipasang Pen di paha kiri dan kanan.

Selanjutnya David diijinkan rawat rumah (rawat jalan) sambil berobat. Menurut David, selama Tahun 2017 ia berobat, tidak ada perubahan di lutut dan paha kanan, kalau ia mau menggerakkan kaki, terasa ada sesuatu yang membuat paha dan lututnya sakit. Hal ini membuatnya takut, jangan sampai pengalaman Dani Kogoya yang ditembak di kaki lalu dibawa ke rumah sakit untuk operasi namun tidak terawat terulang padanya.

Setelah Dani Kogoya pulang ke rumah, dia selalu rasa sakit di kaki, bekas operasi. Karena sakit, Keluarga Dani membawanya ke rumah sakit untuk berobat, dari hasil pemeriksaan terdapat silet dan pisau di bekas opersi, entah sengaja atau lupa dikeluarkan.

Kasus Dani Kogoya membuat David rasa takut sehingga ia tidak mau berobat di rumah sakit di Jayapura dan memilih berobat di negara lain. David menjelaskan, “Saya masih sakit, terutama bagian lutut kaki kanan. Sampai hari ini saya kalau jalan masih gunakan alat bantu tongkat. Saya tidak bisa meluruskan kaki bagian kanan. Saya hanya minum obat tradisional.”

Saat berkunjung ke Elsham Papua, Tarko menceritakan bahwa masih ada oknum-oknum dari TNI dan polisi yang datang bertamu ke rumahnya. Mereka datang minta tolong agar ia menyampaikan ke orang-orang yang bicara Papua Merdeka untuk segera menyerah ke NKRI. “Saya jawab bahwa saya ini sakit, saya tidak ada urusan dengan  orang-orang itu. Saya dituduh simpan senapan larans panjang di Kampung Brap, kenyataannya hal itu tidak benar.  Saya merasa tidak nyaman karena mereka setiap bulan datang dua kali bahkan lima kali ke saya di rumah. Saya mau berobat tenang tapi terganggu dengan kehadiran mereka,” jelas David tentang sakit yang di derita dan trauma yang masih menghantuinya.@Elsham Papua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here