Home Elsham News Peringati HUT KNPB KE 10, 108 Aktifis ditangkap

Peringati HUT KNPB KE 10, 108 Aktifis ditangkap

69
0
SHARE
KNPB saat diperiksa di Polres Jayapura. Foto; fb KNPB

Jayapura, ENS,-Kominte Nasional Papua Barat, pada Senin (19/11), Pukul 08.00 WIT akan melakukan Ibadah Syukuran, yang dilanjutkan dengan Diskusi Publik di Asrama Mahasiswa Pegunungan Bintang, dalam rangka memperingati HUT ke 10, hal ini disampaikan, Sekretaris Umum KNPB, Onesimus ke ELSHAM Papua.

Ones menjelaskan, dalam diskusi publik materinya akan disampaikan oleh pegiat HAM, akademisi dan peneliti sejarah Papua, antropolog dan kajian tentang kegagalan OTSUS. Surat permohonan ijin ke pihak kepolisian Resort Mapolresta Kota Jayapura sudah diberikan.

Pagi pukul 08. 21 WIT, para undangan sudah hadir di tempat kegiatan (Aula Asrama Mahasiswa Pegunungan Bintang). Tim monitoring Elsham yang memantau kegiatan diskus ini melihat gabungan TNI/POLRI sudah siaga di depan Mapolsek Abepura dan Perumnas III Waena.

Anggota TNI/POLRI yang bersiaga di Perumnas III Waena lalu menuju sekretariat KNPB dan melakukan penyisiran di Asrama Rusunawa. Anggota Brimob dan Polisi dari Mapolresta Kota Jayapura masuk memeriksa semua ruangan di asrama Rusunawa.

Beberapa anggota polisi menanyakan konsumsi yang disipkan diatas meja itu, apakah ada hubungannya dengan kegiatan KNPB, saat Panitia membenarkan pertanyaan tersebut, semua konsumsi yang telah disiapkan panitia, dibuang, dan ada yang terinjak-injak.  Seorang anggota Polisi memegang yang memegang spidol menulis NKRI di papan whiteboard yang tergantung didinding. Sementara aggota polisi lainnya masuk ke setiap ruangan memeriksa dan mengobrak-abrik seisi kamar tidur yang dihuni mahasiswa.

Panitia yang ditugaskan mengurus konsumsi ditangkap lalu dinaikan dalam mobil tahanan. Selanjutnya, gabungan TNI/POLRI menuju ke Asrama Pegunungan Bintang, bertemu Panitia. Kapolresta Kota Jayapura, AKBP, Gustaf Urbinas bersama Dandim 1701, Letkol Inf Yohanis Parinussa, memerintahkan anak buahnya masuk membubarkan Diskusi Publik KNPB.

“Saya harap kegiatan ini segera dihentikan, ini kegiatan yang bertentangan dengan kedaulatan NKRI, segera hentikan kegiatan ini atau saya yang bubarkan”, tegas Urbinas.

Saat panitia masih lakukan negosiasi, Kapolresta dan Dandim perintahkan anak buahnya masuk bubarkan kegiatan yang sementara berlangsung. Peserta, panitia dan pemateri ditangkap lalu dinaikan dalam mobil tahanan dan dibawa ke Mapolresta Kota Jayapura.

Aparat gabungan menyita barang-barang di tempat diskusi, Dua Spanduk, satu unit printer, satu baju bermotif bintang kejora, dua noken bercorak, yang disita dari sekretarian di rasunawa, dana panitia sejumlah Rp, 5.800,000 dan satu HP Nokia satu buah. Barang yang di hancurkan di sekretariat, satu karung beras dan satu perinter.

Elsham Papua kemudian meminta Gustaf Kawer, SH untuk melakukan pendampingan hukum terhadap 108 orang yang ditangkap dan ditahan  di Mapolresta Kota Jayapura.

Kapolresta Kota Jayapura mengatakan kepada pengacara Elsham Papua, Gustaf Kawer, SH, “Walaupun mereka tidak membawa bendara bintang kejora, organisasi yang namanya KNPB adalah organisasi terlarang dan tidak terdaftar di KESBANGPOL, setiap kegiatan apapun yang dilakukan KNPB Polisi akan bubarkan, bahkan aktifis KNPB kami akan tangkap, KNPB adalah organisasi terlarang,” tegas Kapolresta Kota Jayapura.

Mereka yang di tangkap disuruh duduk dihalaman mapolresta sambil menunggu pemeriksaan. Pemeriksaan berlangsung hingga Pukul 23.00 malam. Selanjutnya 108 orang itu diarahkan duduk dihalaman Mapolresta Kota mendengar arahan dari Kapolresta lalu dipersilahkan pulang ke rumah masing masing.@Elsham Papua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here