Home Elsham News Tolak New Agreement Puluhan Orang Ditangkap

Tolak New Agreement Puluhan Orang Ditangkap

333
0
SHARE
Photo: IST

Jayapura,ENS Menolak hari New York Agreement tanggal 15 Agustus 2019, mendapat protes keras dari kalanagn masyarakat umum  dan mahasiswa di Jayapura Papua. Bertepatan dengan hari New York Agreement juga telah dilangsungkan pertemuaan Forum Kepulauan Pasisfik atau Pasific Island Forum (PIF) yang diselenggarakan tepatnya di Tuvalu pada tanggal 13-16 Agustus 2019.

Guna menyampaikan pendapat dimuka umum secara damai seperti yang tertera dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Pada hari kamis (15/08) badan eksekutif (United Liberation Movement West Papua ) ULMWP selaku penanggung jawab aksi demonstrasi damai ICE MURIB (35)  telah memasukan surat bemberitahuan kepada Mapolres Kota Jayapura dan Mapolda Papua.  Dengan agenda menolak hasil New York Agreemet dan mendukung penuh PIF guna mendesak komisi HAM PBB mengunjungi West Papua dan juga meminta pemerintah republik Indonesia menarik pasukan milityernya dari kabupaten Nduga.

Berikut laporan hasil pantauan Elsham Papua. Pada hari Kamis (15/08/2019)

  • Pukul, 08,00 Wit, Mahasiswa/I dan masyarakat Papua berkumpul di beberapa titik umum seperti, depan Expo Waena, Putaran Taxi Perumnas 3 Waena, Halaman Kampus UNCEN Abepura, KAMPUS USTJ Padang Bulan, Kampus YAPIS Dok V Kota Jayapura dan POS 7 Sentani Kabupaten Jayapura.
  • Masa aksi melakukan orasi dengan bentangkan Spanduk dan Gambara Bendera Bintang Kejora.

Adapun Tujuan aksi tersebut adalah:

  1. Mendukung pembahasan Isu Papua dalam Forum Kepulauan Pasifik (PIF) yang sedang berlangsung di Tuvalu, 13 -16 Agustus 2019.
  2. Mendukung PIF menerbitkan Resolusi untuk mendesak kunjungan Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) ke Papua.
  3. Menolak New York Agreementdan Pepera. yang adalah perjanjian mengenai pemindahan kekuasaan atas Papua Barat dari Pemerintahan Belanda ke Pemerintahan Indonesia, yang diprakarsai oleh Amerika Serikat.
  4. Mendesak TNI ditarik dari Nduga,”

Aksi ini tidak berjalan begitu lama. Pihak kepolisian dari Mapolresta Kota Jayapura, Mapolsek Abepura, Mapolda Papua datang dan membubarkan paksa masa aksi di setiap titik yang telah  disebutkan diatas.

Menurut Kapolres Kota Jayapura, Victor Mackbon saat memerintahkan anak buahnya untuk membubarkan masa aksi, menegaskan bahwa, “aksi yang dilakukan tersebut  tidak mendapat izin dari pihak Kepolisian, sehingga segera dibubarkan. karena mengganggu ketertiban umum”, tegas Mackbon.

Elsham Papua saat lakukan Koordinasi dengan Pengacara HAM, Gustaf Kawer, SH, selaku Direktur PAHAM Papua, mengatakan bahwa “Terkait penangkapan tersebut terhadap masa aksi berjumlah 66 orang yang ditangkap di Wilayah Hukum Kota Jayapura. sedangkan 46 orang ditangkap di Kabupaten Jayapura. Total yang ditangkap adalah 111 orang”.

Sekedar diketahui, dalam peristiwa ini, Staf Divisi Monitoring dan Investigasi Elsham Papua, Kores Rumbiak, saat lakukan tugas Monitoring terhadap aksi yang dilakukan Mahasiswa didepan Kampus Universitas Cenderawasih, Abepura, ikut ditangkap. bersama masa aksi oleh kepolisian Mapolres Kota Jayapura Pada Pukul 10,8 Wit. Walaupun sudah menjelaskan bahwa ia adalah Pegiat HAM yang bekerja di Kantor Elsham Papua, namun tetap ditangkap dan dibawa ke Malpores untuk diperiksa. Hingga Pukul 17.18 Wit, ia dipersilahkan pulang ke rumah.

ENS

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here