Home Elsham News DISEBUT MONYET RAKYAT ASLI PAPUA MINTA REFERENDUM

DISEBUT MONYET RAKYAT ASLI PAPUA MINTA REFERENDUM

16262
0
SHARE
Masa Aksi Di Jayapura yang protes di katakan rasis dan menuntut MERDEKA

 

 Jayapura

Seorang Mahasiswi asal Papua yang kuliah disalah satu kampus negeri di surabaya, DL (27) kepada Elsham Papua lewat Via Telfon pada, Senin (19/08) melaporkan bahwa:

Pada hari Jumat (16/08), Pukul 15.22 Wib. TNI, Satpol PP, Polisi dan beberapa Ormas datang ke Asrama. Mereka datang sambil marah-marah kami, mereka sampaikan bahwa kami yang lakukan pengrusakan tiang bendera dan buang bendera merah putih ke selokan didepan asrama. Ada anggota TNI AD masuk ke halaman Asrama lalu ketuk pintu sambil panggil dengan ucapkan kata-kata seperti ini,  “Anjing,  Monyet, Babi, Binatang” kemudian Tiba-tiba datang puluhan anggota Ormas, Satpol PP, Polisi tiba di depan halaman asrama di Jalan Kalasan No 10 Surabaya. Mereka lempar batu sambil berkata,  usir Mahasiswa Papua, usir mereka pulang ke Papua, jangan tinggal di sini (Surabaya-Red), lapor DL ke pada Elsham. Perkataan ini  direkam oleh mahasiswa lalu dipublikasikan di Mensos,

Hal ini membuat Gubernur Provinsi Papua, Luckas Enembe marah, lalu lakukan Jumpa  Pers di Gedung Negara Jayapura, Minggu (19/08) 2019. Lucas didampingi oleh Sekda Provinsi Papua, saat jumpa pers Gubernur Papua  sampaikan pernyataan bahwa   “Kami bukan bangsa monyet, kami adalah manusia Papua yang mempunya harga diri dan martabat sama dengan suku bangsa lain. Tindakan rasial yang dilakukan di Surabaya itu harus dihentikan,  sangat melukai hati rakyat Papua,” tegas Enembe.

Selanjutnya, Senin (19/08), masyarakat dan mahasiswa Papua melakukan aksi protes karena Mahasiswa Papua dikatakan seperti “MONYET”. Serentak pada Pukul 09.00 Wit.  Mahasiswa dari kampuns UNCEN, USTP, UMEL MANDIRI, STIKOM, STFT Fajar Timur, STIE OG, dan Kampus Yapis , bersama masyarakat Papua lakuan aksi  di beberapa titik kumpul, yaitu  di Pertigaan Perumnas 3 Waena, depan Expo Waena, Kampus UNCEN Abepura, lingkaran Abepura,  Kampus Yapis Dok V dan Kampus USTP Padang Bulan Jayapura. Masa berkumpul sambil orasi dan meneriakan kata Merdeka dan Ferendeum bagi bangsa Monyet. Kami bangsa monyet tidak sepantasnya hidup bersama bangsa manusia, demikian kalimat yang disampaikan para pendemo dari Pantauan Elsham Papua.

Massa selanjutnya lakukan longmarcsh ke lingkaran Abepura, seterusnya ke kantor MRP dan lanjut menuju  kantor DPRP Provinsi Papua dengan menjemput anggota DPRP dan bersama-sama menuju kantor Gubernur Papua. Aksi demonstrasi mendapat pengawalan dari kepolisian Mapolda Papua dan Mapolresta Kota Jayapura dan juga TNI. Aksi masa tiba di kantor Gubernur Provinsi Papua, pada Pukul 16.32 Wit.  Masa memasuki halaman kantor Gubernur

dengan menerikan kata Merdeka dan Referendum bagi bangsa Monyet didepan Kantor Gubernur Provinsi Papua.

Dari pantauan Elsham Papua, semua pegawai diliburkan oleh lucas Enembe terkait insiden yang terjadi  terhadap mahasiswa asal papua yang kuliah di Surabaya. Pada saat penyampaian orasi dan tuntutan masyarakat dan mahasiswa Papua mendesak Gubernur Provinsi Papua kembalikan OTSUS. Papua harus merdeka/Referendum. “Kami ini  monyet, tidak pastas monyet hidup bersama manusia”, Tegas YV (39)

Manukwari :

Relawan Elsham di Manukwari dalam pantauanya melaporkan, mahasiswa dan masyarakat spotan lakukan aksi  yang sama sejak Pukul 07.00 Wit. Masyarakat lakukan aksi di beberapa tempat seperti, Sanggeng,Wosi, Fanindi, Amban.  Massa memblokade Jalan Utama Yos Sudarso mengakibatkan aktifitas masyarakat maupun arus lalu lintas menjadi lumpuh. Aksi ini dikoordinir oleh BB (44).

Kantor perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Papua Barat, dilaporkan dibakar, sebagai wujud protes atas ungkapan Monyet terhadap mahasiswa asal Papua yang berdomisili di Asrama Kamasan Surabaya. Aktifitas perbelanjaan seperti supermarket/pertokoan, pasar ditutup.

Sorong :

Dari Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, menurut Relawan Elsham Papua, aksi protes dan minta merdeka/Referendum juga disampaikan oleh masyarakat dan mahasiswa Papua. Aksi spontan yang dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa Papua di Kota Sorong, dilakukan di depan Supermarket Johan dan Ramayana Klademak 3, Komplex Aspen, Kampung Malanu, Remu Utara depan pertokoan Thio, lalu jalan utama yang menghubungkan Kota Sorong dan Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan dipalang oleh masyarakat  asli Papua.

Menurut Relawan Elsham Sorong, benar bahwa bandara Dominike menjadi sasaran amukan massa pendemo. Masa  berusaha memblokade bandara agar tidak boleh ada aktifitas pernerbangan yang dating dari luar Papua ke Sorong. “Tujuan dari kami blockade bandara adalah, ini bandara milik monyet, manusia tidak boleh gunakan bandara Dominike. Kota Sorong dan kabupaten Sorong, juga Sorong Selatan dan Raja Ampat adalah daerah milik warga warga Monyet. Yang manusia silahkan tinggalkan tanah papua karena ini tanah milik monyet monyet”. tegas GO (49) kepada Relawan Elsham Sorong.

ENS

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here