Home Elsham News Kami Bukan Monyet Mari Berjuang Demi Hak Penentuan Nasib Sendiri

Kami Bukan Monyet Mari Berjuang Demi Hak Penentuan Nasib Sendiri

301
0
SHARE
Masyarakat Biak di depan kantor Dewan Adat Biak

Biak :

Hari ini, Selasa (20/08), masyarakat asli Papua yang berdomisili di Kabupatem Baik Numfor dan Kabupaten Supiori melakukan aksi demo terkait kalimat MONYET yang ditujuhkan ke Mahasiswa/i Papua di Kota studi Surabaya.

Relawan Elsham  melaporkan  dari Biak ke Kantor Elsham Papua yang beralamat di Jalan Kampus USTP Padang Bulan Kota Jayapura bahwa, Pukul 05.19 Wit Masayarakat dari arah Biak Utara, Biak Timur, Biak Barat, Kabupaten Supiori dan sekitar Kota Biak  diperkirakan berjumlah 1000 massa berbondong-bondong bejalan menuju Kantor Dewan Adat Biak di Jalan Majapahit.

Koordinator aksi, BW (54) didepan masyarakat ia mengatakan, “Hari ini kita Monyet-Monyet berkumpul di disini (Kantor Dewan Adat-Red), dengan tujuan, kita sama sama lakukan aksi longmarch ke kantor Bupati sampaikan   bahwa kami Monyet-Monyet yang ada di kabupaten Biak dan Supiori merasa terhina karena anak anak kami yang kuliah di Surabaya disebut  Monyet dan disuruh pulang ke Papua”, tegas BW.

Selanjutnya, Pukul 11.00 Wit, BW bersama massa longmarch menuju ke kantor Bupati melalui Jalan Pramuka. Tuntutan yang disampaikan sama dengan tuntutan Mahasiswa dan rakyat Papua di Jayapura, Sorong dan Manukwari. Yaitu  ;

“Kami Bukan Monyet, Mari Berjuang Demi  Hak Penentuan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Untuk Menghentikan  Rasisme Terhadap Rakyat Papua”.

Usai menyampaikan aspirasi, Pukul 17.00 Wit, massa membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing.

Biak;

Sebagai aksi Lanjutan pada Hari Rabu.

Pantauan Relawan Elsham di kabupaten Biak Numfor, aksi kembali dilanjutan hari ini, Rabu (21/08). Masyarakat  berkumpul di kantor Dewan Adat Biak pada Pukul, 09.00 Wit. Kurang lebih 42 Menit, BW selaku Koodinator aksi bersama masyarakat longmarh ke kantor Bupati yang beralamat di Kelurahan Samofa. Massa disambut oleh Buapti Biak Numfor, Hery Naap.

Adapun Tuntutan yang disampaikan sama yaitu ;

“Kami Bukan Monyet, Mari Berjuang Demi  Hak Penentuan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Untuk Menghentikan Rasisme Terhadap Rakyat Papua”

Setelah sampaikan tuntutan dalam bentuk tertulis ke Bupati, selanjutnya masa membubarkan diri kembali ke rumah masing masing.

ENS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here