Home Elsham News RASIS PEMICU KORBAN MATERIIL DI JAYAPURA

RASIS PEMICU KORBAN MATERIIL DI JAYAPURA

340
0
SHARE

Jayapura, ENS. Demontrasi jilid 1 tentang Rasis di Jayapura yang dilakukan pada tanggal 19 Agustus 2019 dinilai belum memberikan kepuasan yang singnifikan oleh pemerintah kepada orang Papua yang mengalami korban Rasis.

Dari pantauan Elsham Papua, Pada tanggal 28 Agustus 2019 mahasiswa dan masyarakat membagikan selebaran dan juga sms kepada masyarakat Papua untuk melakukan aksi longmarch ke Kantor Gubenur untuk menanyakan hasil tuntutan masyarakat Papua pada tanggal 19 Agustus 2019 dengan menuntut beberapa point tuntutan.

Pada hari kamis 29 Agusuts 2019, Badan Exekutif Mahasiswa (BEM) dari Kampus Universitas Sains dan Tekhnologi Papua, Sekolah Tinggi Filsafat Teologia Fajar Timur, Universitas Cenderawasih, Universitas Islam Papua  dan rakyat asli Papua lanjutkan demo dengan tuntutan.

  1. Segera Pulangkan Mahasiswa/i se-Jawa Bali
  2. Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri Bagi Bangsa Papua

Pukul 08.00 WIT, massa aksi  berkumpul di beberapa tempat seperti, Pertigaan Pos 7 Sentani, Perumnas 3 Waena, depan Taman Expo Waena, Kampus USTP, Kampus UNCEN depan Lapangan Wihelmina (Skarang Trikora), BTN Puskopat/Kamkey, melakukan orasi sambil menunggu arahan dari Koordinator umum Badan Exekutif Mahasiswa (BEM) USTP  bergerak ke kantor Gubernur Provinsi Papua.   Selanjutnya massa bergerak ke Lingkaran Abepura gabung bersama massa aksi yang sejak Pukul 08.00 WIT sudah menunggu sambil orasi di depan Mapolsek Abepura dan kantor Pos.

Akibat massa yang semakin emosi dan marah membuat situasi semakin tidak terkontrol  oleh kordinator aksi demonstrasi saat longmarch. Hal ini menyebabkan beberapa Kantor, Rumah, Ruko di sepanjang jalan Entrop hingga Jayapura mengalami kerusakan akibat lemparan batu dan dibakar.

Kantor MRP Provinsi Papua, Photo IST

Pada pukul 10:38 WIT, Massa mulai melakukan longmarch melalui Jalan Raya Abepura-Kotaraja. Tepat di depan kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) yang beralamat di Kelurahan Waimurok, Distrik Abepura, massa berhenti  kurang lebih 7 menit sambil orasi, sementara massa lainnya lakukan negosiasi dengan security MRP agar pintu pagar dibuka dan meminta agar MRP ikut serta dalam aksi demontrasi ini. Usai melakukan aksi emosional yang mengakibatkan terbakarnya kantor MRP massa terus maju hingga tiba di Kantor Gubernur pada Pukul 16.15 Wit.

Pada pukul 11: 25 WIT massa melakukan pengrusakan dan membakar kawasan perbelanjaan Papua Trade Center di Entrop hingga ruko dan kios sepanjang jalan Entrop menuju Hamadi dirusak.

Gedung Costtoms depan pelabuhan Jayapura. Photo IST

Pada pukul 11: 50 WIT massa melakukan pembakaran di Kantor Costum atau Bea Cukai Pelabuhan Jayapura, pengsusakan kaca mobil rumah, toko, milik warga di sepanjang jalan di hancurkan.

Pada pukul 13:40 WIT Tower Telekomunikasi nirkabel atau Base Transceiver Station (BTS) milik PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) di Jayapura juga dibakar.

Kantor Telkom Jayapura terbakar. Photo IST

Pada pukul 16:25 Saat ribuan massa aksi tiba di Kantor Gubernur sambil orasi, secara spontan seorang pria membawa bendera Bintang Kejora dengan memanjat tiang bendera yang berada di halaman Kantor Gubernur Papua lalu mengikat bendera tersebut. Melihat hal ini, secara spontan massa aksi bersorak dengan bersama-sama dengan mengatakan “Papua Merdeka, Papua Merdeka”. Bendera Bintang Kejora berkibar pukul 16:23 hingga Pukul 19:26 WIT. Massa terus lakukan orasi hingga tengah malam

Pukul 23:00 WIT. Karena larut malam dan menghindar dari hal-hal serta konflik horizontal antara massa aksi dan kelompok yang merasa dirugikan dengan harta bendanya dirusak. Menurut informasi yang didapat saat itu bahwa masyarakat yang dirugikan telah memalang jalan dari Entrop, Argapura, Hamadi, dan Jayapura Kota dengan membawa alat tajam seperti Pisau, Parang, Tombak Besi, Samurai dan badik. Sehingga massa aksi memilih untuk tetap bermalam di kantor Gubernur hingga pagi.

Pantauan Elsham Papua, saat massa bertahan dan bermalam di kantor Gubernur, sekitar pukul 03:00  dini hari, terjadi kebakaran di salah satu Gedung Administrasi samping kantor KPU Provinsi Papua. Beberapa mahasiswa  bersama masyarakat berusaha melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.

Hari Jumat tanggal 30 Agustus 2019 Pukul 06.00 WIT, BEM koordinasi dengan anggota DPRP untuk menyiapkan kendaraan agar mengevakuasi massa kembali ke  Sentani, Waena, Abepura, Polimak, Kamkei dan Padang Bulan. Selanjutnya, Pukul 09.00 WIT,  8 Truck milik Makodam Cenderawasih disiapkan antar  massa yang berdomisili di Kabupaten Jayapura (Sentani) dengan pengawalan pihak keamanan. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya konflik horizontal antara massa dan masyarakat yang merasa di rugikan karena aksi ini.

Pantauan Elsham Papua, pemulangan massa dilakukan tidak bersamaan tapi dalam waktu yang berbeda Yaitu :

  1. Pukul 16.17 WIT, Pemulangan massa dari kantor Gubernur ke arah Polimak, Entrop dan Kota Raja.
  2. Pukul 21.00 WIT Pemulangan massa dengan mobil truck  ke Abepura dan sekitarnya.
  3. Pukul 23.36 WIT Pemulangan massa dengan mobil truck ke Expo Waena dan Perumnas 3.
  4. Pukul 35 WIT Massa diantar pulang dengan mobil truck ke Lingkaran Abepura
  5. Pukul 02:00 wit Dini hari, massa terakhir dipulangkan ke abepura dan Padang Bulan

@ENS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here