Home Elsham News TOLAK RASISME MINTA REFERENDUM 31 ORANG  TERLUKA DAN 6 ORANG MATI KENA...

TOLAK RASISME MINTA REFERENDUM 31 ORANG  TERLUKA DAN 6 ORANG MATI KENA TEMBAK

1791
0
SHARE

Jayapura, ENS – Kepedulian masyarakat di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua terhadap Rasisme diwujudkan dalam bentuk Demo Damai. Sayang, demo yang direncanakan damai ini, menuai korban luka ringan, luka berat, juga nyawa.

Bagaimana hal ini bisa terjadi, berikut laporan hasil investigasi awal Elsham Papua.

Rabu, (28/008), Pukul 07.32 Wit,  masaa  yang berdomisili di distrik Tigi, distrik Tigi Timur, distrik Bowobado, distrik  Tigi Barat, distrik Kapiraya berdatangan  ke Lapangan Sepak Bola Waghete, Deiyai, sambil orasi hingga Pukul 11.29 Wit. Selanjutnya massa longmacrs ke Kantor Bupati Deiyai.

“Papua Merdeka, Papua Merdeka, Kami Bangsa Monyet, Kami Bangsa Monyet, berikan referendum untuk bangsa Monyet”, teriak massa. Tiba di Kantor Bupati, Pukul 12.17 Wit, massa lanjut orasi “kami bukan Bangsa Monyet, kami Bangsa Papua, kami bukan Mera Putih, kami Bintang Kejora”, teriak massa sambil menunggu kehadiran Bupati dan Wakil Bupati.

Tiba-tiba massa dikejutkan dengan mobil  jenis Inova  warna hitam dengan kecepatan tinggi  dari arah Enarotali  lewat  depan Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD)  Kabupaten Deiyai. Terjadi  kecelakaan Laklantas yang mengarah ke konflik fisik.

Bagaimana kelanjutan cerita ini? Berikut keterangan Saksi mata dan  hasil investigasi Elsham Papua:  

Hari itu, saya dari rumah mau pergi ikut demo. Sementara jalan, tiba tiba saya lihat mobil jenis Avansa  dari arah Enarotali dalam kecepatan tinggi tabrak korban yang sedang berdiri dekat tembok   kantor Badan Kepegawaian Daerah. Massa yang lagi demo tiba-tiba lari  menyelamatkan korban. Sayang, Korban atas nama Yustinus  Takimai ( 24) mati terkapar dipinggir Jalan. Lanjut Saksi, massa  marah lalu  hadang mobil yang menabrak korban. Mereka buka pintu, ada 4 anggota TNI AD dan 1 orang  Draiver dalam mobil. Terjadi keributan mengarah ke kontak fisik antara massa dan 4 anggota TNI yang ada dalam mobil itu.

Emosi warga semakin memanas, 1 anggota TNI AD mati kena panah, 9 pucuk senapan laras panjang dalam mobil diduga hilang. Tiba-tiba gabungan TNI/POLRI lakukan penyerangan sambil menembak kearah massa yang ada di halaman kantor Bupati. Kejadian ini mengakibatkan, 6 orang mati kena tembak, yaitu:

  1. Alpius Pigai (20)
  2. Marinus Ikomou (37)
  3. Derikson Adii (21)
  4. Pilemon Waine ( 28)
  5. Aminadab Kotouki (35)
  6. Jemmi Douw (29)

Dari hasil investigasi yang dilakukan, 4 korban diketahui mati di halaman kantor Bupati, yaitu,  Alpius Pigai, Derikson Adii, Pilemon Waine dan Aminadab Douw. Marinus Ikomou, saat kena tembak, ia lari menyelamatkan diri, sayang, ia hembuskan nafas terakhir dipinggir Kampung  Jaba Dimi. Jemmy Douw, walaupun berlumuran dara, ia menyelamatkan diri ke kampung asalnya di Widimei, distrik Tigi barat. Dua hari berada di rumah, dirawat dengan pengobatan seadanya, namun tidak tertolong! akhirnya meninggal.

Setelah dilakukan monitoring dan investigasi, diketahui, ada korban luka berat/ringan yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Paniai, juga yang memilih dirawat di rumah, dengan pertimbangan keamanan. Berikut nama nama  yang dirawat di RSUD Paniai dan yang memilih dirawat di rumah, yaitu :

Korban luka berat/ringan yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Paniai :

  1. Yul Badii ( 20)
  2. Bernadus Kotouki (16)
  3. Yohanes Adii (47)
  4. Juven Pekei (34)
  5. Simon pakage (29)
  6. Samuel Edowai (26)
  7. Gergorius Tekege (29)
  8. Simon P. Ukago ( 27)
  9. Step Pigai (26)
  10. Melianus Mote (32)
  11. Mikael Bukega (26)
  12. Alex Pakage (28)
  13. Stepanus Goo (29)
  14. Yos Iyai (30)
  15. Leander Doo (30)
  16. Frans Nawipa (35)
  17. Yohanes Kayame (28)
  18. Elihut Pigai (21)
  19. Yance Dawapa (26)

Korban Luka berat/ringan yang memilih dirawat di rumah, yaitu :

  1. Elisabet Mote (29)
  2. Yanto Doghopia (19)
  3. Martinus Iyai (30)
  4. Yustinus Agapa (17)
  5. Apilin Mote (35)
  6. NAOMI PIGOME (28)
  7. Felex Agapa (26)
  8. Karel Kotouki (64)
  9. Alex Douw (23)
  10. Andreas Douw (22)
  11. Irarius Douw (25)
  12. Frengki Pekey (24)
  13. Fenior Pekey (12)
  14. Agus Mote (20)
  15. Ones Badii (-)
  16. Anggel Kotouki (20)
  17. Domin Patege (25)
  18. Marthinus Dogopia (21)
  19. Amos Pakage (24)
  20. Ukago Mobipai (20)
  21. Titus Giay (24)
  22. Yufri Bobi (21)
  23. Otis Pekey (19)
  24. Leandero Douw (28)
  25. Yerino Maday (30)
  26. Lidia Adii (35)
  27. Paulus Adii (29)
  28. Demianus Adii (21)
  29. Yulius Adii (30)
  30. Leander Waine (29)
  31. Yustinus Wandagau (22)

Diketahui, tidak semua foto-foto korban kami lampirkan dalam laporan ini. Disebabkan kondisi keamanan dan kenyamanan belum memungkinkan bagi  para korban. “Tolong jangan sebarkan foto saya ke publik, saya takut dibunuh, saya takut Tentara dan Polisi datang bunuh saya, saya ini mau merdeka, saya ini monyet, saya takut manusia datang bunuh monyet seperti saya, tutur korban sambil menangis”.

ENS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here