Home Elsham News BUBARKAN IBADAH SYUKURAN DENGAN TEMBAKAN PERINGATAN

BUBARKAN IBADAH SYUKURAN DENGAN TEMBAKAN PERINGATAN

366
0
SHARE
suasana penjagaan di halaman kantor lemasa, photo/jubi

 Timika, ENS- Kantor LEMASA dijadikan Posko Penampungan Exodus Mahasiswa. Walaupun  tidak diijinkan lakukan aktifitas bernuansa Politik yang mengganggu kedaulatan NKRI, Mahasiswa  bersama masyarakat dari suku Kamoro dan Amungme tetap lakukan Ibadah sykuran bakar batu. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut Exodus mahasiswa dari berbagai Kota Studi di pulau Jawa, Bali, Makasar dan Kota Studi Manado. Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk protes terhadap Rasis, juga dukungan terhadap penyelesaian  masalah Rasis lewat mekanisme Referendum.

Tanggal 18 September, Panitia bersama masyarakat sudah menyiapkan berbagai kebutuhan menyangkut perayaan/ibadah syukuran. Selanjutnya, Kamis (19/9) Pukul 08.26 Wit, masyarakat dan mahasiswa berdatangan memenuhi undangan ibadah syukuran di kantor LEMASA, Jalan Perjuangan Timika Indah. Ibadah Syukuran yang dijadwalkan Pukul 08.00 Wit, belum sempat dilakukan, gabungan TNI/POLRI sudah ada di halaman kantor LEMASA.

“Kami sedang  persiapan ibadah, tiba-tiba polisi sudah ada di halaman kantor LEMASA. Ini membuat masyarakat dan mahasiswa panik. Kami sudah lakukan negosiasi dengan pihak kepolisian bahwa kami hanya ibadah syukuran, dilanjutkan dengan bakar batu, lalu kami makan bersama sebagai akhir dari rangkaian ibadah ini. Namun pihak keamanan tidak ijinkan”tutur Panitia ke Relawan Elsham.

Relawan Elsham di Kabupaten Mimika dalam pantauannya melaporkan lewat Via Telfon ke Elsham Papua di Jayapura bahwa, Pukul 08.19 Wit, kepolisian dari Mapolres suda lakukan pemeriksaan terhadap setiap orang yang datang ke Halaman Kantor LEMASA. Pukul 12.20 Wit, Kapolres memegang megavon (pengeras suara) lalu sampaikan ke massa agar segera membubarkan diri.

“kami mohon dengan hormat agar dalam hitungan 5 menit agar segera meninggalkan tempat”, tegas Kaplres. Tiba-tiba bunyi tembakan peringatan sebanyak 10 kali.  Mahasiswa dan masyarakat ketakutan lari menyelamatkan diri.

Kejadian ini, beberapa orang ditangkap, yaitu :

  1. YesayaGobay
    2. Kevin Tabuni
    3. Ronal Tebai
    4. Bonal Tebai
    5.Dinan Pigome
    6. Hosea Pigome
    7. Andi Waine
    8. Nando Edowai
    9. Ferry Madai
    10. Dendi Payokwa
    11. Hengki Yikim

Pantauan dan hasil Investigasi, berdasarkan keterangan Saksi Korban, ada 4 orang yang ditahan.  Hingga laporan ini dibuat,  belum diketahui keberadaan mereka, apakah sudah diijinkan pulang ke rumah atau masih ditahan. Yaitu :
1. Matias Walelu
2. Ross Koga
3. Stela Tebai
4. Noviska Koga

Ini merupakan  laporan awal. Laporan berikut akan disampaikan setelah dilakukan Investigasi.

ENS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here