Home Elsham News MAHASISWA DUDUKI KAMPUS UNCEN, EXPO WAENA MENUAI KORBAN

MAHASISWA DUDUKI KAMPUS UNCEN, EXPO WAENA MENUAI KORBAN

833
0
SHARE
Brimob sedang berjaga di depan Uncen Abepura

Jayapura, ENS- Hingga hari ini, Senin (23/09), korban dari dampak Rasis menambah angka Statistik dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia di Provinsi Papua dan Papua Barat. Sementara beberapa solusi penyelesaian Rasis masih menuai protes dari warga dan Mahasiswa Papua. Mungkin alergi mendengar kata Referendum, tapi itulah fakta yang ditemukan saat massa lakukan aksi di Kota Jayapura, Biak, Yapen, Fakfak, Nabire, Sorong, Manukwari, Kabupaten Sorong Selatan, Jayawijaya, Yahukimo dan Timika.

Exodus mahasiswa Papua yang Studi di kota, Makasar, Bandung, Surabaya, Semarang, Jogja, Malang, Kalimantan yang tiba di Jayapura  bersama mahasiswa yang kuliah diberbagai Perguruan Tinggi di Jayapura, baik negeri maupun Swasta, sepakat berkumpul di Kampus UNCEN dijadikan sebagai Posko Induk penampungan Mahasiswa dan Pelajar yang Exodus.

Pagi Pukul 04. 13, Mahasiswa bergerak ke Kampus Universitas Cenderawasih yang beralamat di Jalan Raya Abepura Padang Bulan, Distrik Abepura. Pukul 07.21 Wit, Mahasiswa lakukan orasi politik sambil menunggu rekan rekan mereka yang masih dalam perjalanan. Tiba-tiba  Anggota Brimob masuk menemui mahasiswa untuk negosiasi agar tidak lakukan aktifitas dalam kampus. Selanjutnya, mahasiswa diarahkan naik ke kendaraan yang disipakan pihak keamanan untuk diantar ke Expo Waena. Tawaran ini sempat ditolak, namun, menghindari konflik antara mahasiswa dan anggota Brimob, massa akhirnya mengikuti arahan  pihak keamanan. Pukul 13.61 Wit,  Mahasiswa dan Pelajar  yang exodus diantar dengan 11 mobil Truck dan 7 mobil Bus ke Taman Budaya Expo Waena.

Pantauan Elsham Papua, saat mahasiswa berada di dalam Expo Waena, tembakan pertama dari mobil jenis Baracuda. Tembakan diarahkan keatas selanjutnya tembakan rentetan dari anggota Brimob yang suda ada di area Expo Waena. Mahasiswa lari menyelamatkan diri, sebagian bertahanan di dalam Expo.

Menurut Saksi mata, ada 2 mahasiswa yang mengalami luka kritis karena ditikam dengan Senjata Tajam oleh beberapa  orang yang berdiri dengan senjata tajam siaga di area parkiran Taxi Jurusan Waena Sentani. Dua mahasiswa itu  belum diketahui keberadaan mereka.  Lanjut Saksi, sementara terjadi penembakan, ada orang yang dibawa dengan mobil Ambulans, kurang lebih sebanyak 5 kali mobil Ambulans bulak balik membawa korban.  Selain itu, saya lihat ada 2 orang dipukul lalu diseret diatas tanah, dimasukan dalam mobil, bukan mobil ambulans, ungkap saksi saat ditemui di Expo Waena pada Pukul 18.21 Wit. “banyak orang yang luka, bukan kena tembak saja tapi luka karena ditikam dengan senjata tajam,” kata  Saksi menambahkan. 1 jam lebih mahasiswa di suruh tidur tengkurap di dalam Expo, selanjutnya dibawa ke Mako Brimob Kota Raja.

“Tugas kami, hanya membawa mereka ke Mako Brimob, selanjutnya ditangani oleh teman-teman dari Reskrim Mapolda Papua. Teman-teman sedang lakukan pendataan identitas. Yang mahasiswa dipisahkan sendiri sesuai kota studi masing masing. Yang bukan mahasiswa dipisahkan sendiri. Khusus mahasiswa yang studi di luar Papua, setelah dilakukan pendataan, akan dilaporkan ke pemerintah Provinsi. Maaf, tidak diijinkan untuk pengambilan gambar berupa foto atau lainnya. Sesama anggota pun kami dilarang mengambil gambar/foto, dengan alasan pertimbangan keamanan dan kenyamanan dalam pemberitaan yang tidak bertanggungjawab di social media. Setelah dilakukan pendataan, mengingat sudah larut malam, mereka akan disuruh istirahat hingga besok tanggal 24 baru diantar pulang ke rumah masing masing. Sistim pengamanan yang kami lakukan, sesuai dengan Protab. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan Persuasif”, demikian hasil investigasi yang dilakukan saat mahasiswa berada di lapangan Mako Brimob Kota Raja.

Untuk diketahui, Elsham masih lakukan Monitoring dan Investigasi guna memastikan, jumlah korban sesuai data yang diperoleh dari beberapa saksi mata dan saksi korban.

ENS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here