Home Elsham News EXODUS KARENA TERANCAM, DITEMBAK MATI DI KOTA JAYAPURA

EXODUS KARENA TERANCAM, DITEMBAK MATI DI KOTA JAYAPURA

1675
0
SHARE
Mahasiswa, Pelajar dan Masyarakat Asli Papua antar 2 Jenasa ke Tempat Pemakaman di Tanah Hitam Abepura Jayapura.

Jayapura, ENS – Kepedulian Mahasiswa asal Papua yang kuliah di luar Papua, merasa prihatin dengan Situasi SIPOL yang mengarah ke Dugaan pelanggaran HAM, wujudkan kepedulian mereka diwujudkan melalui demo damai guna menyuarakan Pelanggaran HAM di Papua, mendesak pemerintah Pusat selesaikan Issu Rasis lewat mekanisme Referendum,. Namun Para mahasiswa ini diancam dan dilarang oleh Orams-Ormas dan pihak keamanan lakukan aktifitas yang mengganggu Kedaulatan NKRI. Merasa terancam, memilih  tinggalkan kampus lalu kembali ke negeri asal, Provinsi Papua.

Jerry Murib (24), Mahasiswa dari Kabupaten Nduga yang mendapat kesempatan lanjutkan Kuliah di Universitas Negeri Air Langga Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Saat Exodus kembali ke Provinsi Papua, hidupnya berakhir di Taman Budaya  Expo Waena, Kota Jayapura. Demikian halnya Eremanus Wesareak (19), dari Kabupaten Nduga yang masih Status Pelajar.

Jerry dan Eremanus  diantar ke Asrama Mahasiswa Ninmin di Jalan Biak Abepura dalam keadaan tak bernyawa. Kejadian ini membuat semua yang datang ke rumah duka bertanya-tanya, ?

Bagaimana hal ini bisa terjadi !

Berikut laporan singkat hasil investigasi Elsham Papua.

“Kami mahaiswa dari kabupaten Nduga yang kuliah di luar Papua, saat Exodus ke Jayapura, kami diarahkan oleh Pengurus Asrama Mahasiswa dan Pelajar Kabupaten Nduga untuk tinggal di Asrama Ninmin. Kami tinggalkan kuliah dan kembali ke Jayapura  karena solidaritas kami selaku kaum intelektual yang peduli dengan situasi yang terjadi, seperti  kata Rasis (Monyet) terhadap teman teman mahasiswa di Surabaya. Hari Senin (23), Pukul 6 kami dari Asrama jalan kaki ke Kampus UNCEN bergabung dengan teman teman mahasiswa lainnya. Selanjutnya, saat kami diantar ke Expo Waena, kami masih berada di depan jalan dekat jembatan Perumnas 1, kami dengar bunyi tembakan, sopir yang bawa kami dengan mobil truck tidak berhenti tapi bawa kami masuk didalam Expo lalu berhenti. Bunyi tembakan membuat kami ketakutan lalu kami loncat dari mobil turun lari menyelamatkan diri. Saat kejadian, kami mahasiswa yang tadinya sama-sama dari Asrama Ninmin, lari terpencar. Saya berhasil menyelamatkan diri pulang ke Asrama. Malamnya kami mulai koordinasi ke teman-teman mahasiswa baik yang di UNCENdan USTJ juga ke setiap Asrama Mahasiswa yang ada di Jayapura guna memastikan keberadaan Jerry dan Eremanus, namun usaha kami tidak berhasil. Tanggal 24, Pukul 05 pagi, berdasarkan informasih dari teman-teman Mahasiswa bahwa ada korban di Rumah Sakit Bhayangkara. Lalu  teman-teman pengurus Asrama pergi ke Rumah Sakit. Ternyata benar, dua korban itu adalah Jerry dan Eremanus, ada didalam kamar Jenasah. Kami tidak diijinkan oleh pihak rumah sakit untuk masuk kedalam  kamar jenasa. Kami diluar hingga pulang ke Asrama. Pihak Rumah Sakit yang antar jenasa dengan mobil ke Asramah dan dikawal  anggota Polisi dan TNI, suda dimasukan dalam petih jenasah sehingga kami tidak bisa lihat”, tutur ME (38).

Terkait dengan dua korban ini, dari hasil Investigasi yang dilakukan, Jerry dan Eremanus diduga mati kena tembak di Area Expo Waena lalu dibawa ke rumah Sakit Bhayangkara, dimasukan dalam kamar Jenasah. Saat Elsham minta ijin untuk masuk lihat korban didalam kamar jenasa, petugas rumah sakit mengatakan,  pihaknya tidak bisa ijinkan, semua diatur sesuai prosedur !. Dua korban  lainnya yang diduga mati kena tembak di Expo Waena yaitu Asan Mujijau (25), dan Honi Sobolim di Kamar Jenasah Rumah Sakit Bhayangkara, sudah dimakamkan.

Peti Jenasa ditutup dengan Bendera Bintang Kejora, di rumah Duka Asrama Mahasiswa dan Pelajar Kabupaten Nduga di Abepura Jayapura Papua

Pantauan Elsham Papua, saat mahasiswa, pelajar dan masyarakat usai mengantar dua jenasa dimakamkan di Pemakaman Umum Tanah Hitam, saat pulang ke Asrama Mahasiswa Ninmin, Pukul 19.32 Wit ada 3 pemuda  berdiri didepan Toko Sumber Makmur Lingkaran Abepura. Tiba-tiba mereka jalan ke arah Kantor Distrik Abepura lalu memanggil anggota Brimob yang sedang duduk di halaman kantor Distrik, sambil berkata, Ayo keluar, kalau berani, sambil menarik baliho bermotif benrdera merah putih yang dipasang di pagar Kantor Distrik. Spontanitas yang mereka lakukan dilihat warga yang lalu lalang namun tidak satupun warga  yang terpengaruh. Tiba-tiba 3 pemuda itu menghilang.

ENS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here