Home Elsham News PELATIHAN PEMBUATAN KLIPING DENGAN SISTEM EXIVE

PELATIHAN PEMBUATAN KLIPING DENGAN SISTEM EXIVE

60
0
SHARE
Penyerahan perlengkapan kerja pembuatan kliping kepada mahasiswa diasrama uncen unit Mambruk oleh manager program Elsham, Derek Windesi.

Jayapura, ENS – Pelatihan pembutan kliping bersistem Exive ini merupakan program kerja dari Devisi Informasi dan Dokumentasi Elsham Papua. Kegiatan ini dilakukan di Asrama Mahasiswa Universitas Cenderawasih Unit Mambruk (Sakura ) Abepura (05/10) merupakan  proses pembelajaran kepada mahasiswa terutama di kalangan Asrama agar memehami pengelompokon sebuah kasus atau informasi dari media cetak yang ada di Papua seperti Koran Cepos, Tabloid Jubi, Bintang Papua, dan Wone.

Pelatihan tersebut mendapat respon posistif dari senior Asrama (UNCEN) Unit Mambruk Albert Kafyar.  Albert mengatakan, “saya selaku salah satu senior asrama sangat berterimakasih karena kegiatan ini sangat positif buat adik-adik yang tinggal di asrama. Ini merupakan awal dan pengalaman ini bisa membuat adik-adik bermotivasi belajar melihat media dan bagaimana membuat rangkaian-rangkaian,” katanya.

Kafyar juga berharap, “Kami juga berharap kepada Elsham Papua terus memberikan pelatihan seperti ini dan kegiatan hari ini bukan akhir tetapi awal, maka untuk kedepannya terus ditingkatkan hingga ke tahapan penulisan sebuah berita dan memetakan isu terkait HAM, pendidikan, sosial hingga kesehatan.” ujarnya.

Selain itu sebagai Manager Program dari Elsham Papua Derek Windesi usai memberikan pembekalan tentang apa itu Elsham dan kerja-kerja Elsham sejak berdiri hingga saat ini kepada mahasiswa di Asrama Mambruk dan juga secara resmi membuka kegitatan pembuatan kliping tersebut.

Derek mengatakan “Program ini merupakan kegiatan dari devisi Informasi dan Dokumentasi yang ada di Elsham sehingga dengan kegiaan ini dapat menyimpan dokumen penting terait permaslahan sipil dan HAM yang menjadi tugas pokok devisi ini.

Menurutnya, sistem kliping dengan metode exive ini digunakan karena selaras dengan pemetaan dan pencatatan kejadian politik dan Sipil serta pelanggaran HAM yang terjadi di Papua sehingga dapat di telusuri kasusnya seperti yang tercatat di dalam media masa khususnya Koran. Ujarnya.

ENS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here