Home Elsham News KAMI TRAUMA, JANGAN SELESAIKAN MASALAH RASIS LEWAT KEKERASAN, SOLUSINYA MEKANISME REFERENDUM

KAMI TRAUMA, JANGAN SELESAIKAN MASALAH RASIS LEWAT KEKERASAN, SOLUSINYA MEKANISME REFERENDUM

486
0
SHARE
Penghuni Asrama Mahasiswa Yapen

Jayapura, ENS- Dampak Rasis, membuat mahasiswa asal kepulauan Yapen yang kuliah di beberapa kampus di Jayapura baik Negeri maupun Swasta ada yang pulang ke Yapen, sebagian memilih tetap di jayapura namun tidak ke kampus. PW (28) Mahasiswa Fakultas Hukum Semester VII mengadu ke ELSHAM Papua, pada Minggu (13/9) pukul 16.21 Wit, minta perlindungan jika sewaktu waktu mereka terancam.

  1. PW (28), Mahasiswa Fakultas Hukum UNCEN Semester VII
  2. FM ( 22), Fakutal Hukum UNCEN Semester II
  3. AM ( 20), Fakultas Tekhnik
  4. FS (24), FakultasIlmu Keguruan, Jurusan PENJASKES (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan) Semester III
  5. SW (23), Fakulta Mipa, Semester III
  6. MM (26), Sekolah Tinggi Kesehatan (SIKES) Semester VII

“Saya mau ke kampus tapi ada perasaan takut, kadang saya tidak ke kampus kuliah, walaupun ada pos keamanan dari Brimob tapi perasaan takut masih terbawa. Beberapa teman yang mati kena tembak saat demo tanggal 23 September  membuat saya  trauma dan takut ke kampus, kecuali situasi benar-benar aman. Selain itu, saya trauma karena saya lihat sendiri di kampung Yapen Timur peristiwa Tahun 2014 dan 2015, masalah papua merdeka menyebabkan 4 orang mati kena tembak di kampung Wanampompi. Penyisiran ke kampung-kampung, trauma ini saya alammi sejak masih satus pelajar di SMA di Yapen sampai sekarang kuliah di  perguruan Tinggi (UNCEN)” ungkap WP.

“Peristiwa penembakan di Expo Waena, membuat kami tamba trauma, karena  kami mengingatkan kami tentang peristiwa Tahun 2014 dan 2015 di kampung Wadapi, kampung Wanampompi , kampung Menawi dan Kontinai”, tutur MP menambahkan.

Ketua Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa POOM, Kabupaten Yapen, kepada Elsham mengatakan, “kami bukan Monyet, kami ini manusia, kata monyet membuat kami marah. Kami mau pemerintah selesaikan masalah Rasis bukan pake kekerasan TNI/POLRI tembak  mahasiswa, teman-teman mau pergi kuliah tapi ada rasa takut, ini bukan cerita hoax yang saya sampaikan, kami ini manusia normal yang punya rasa takut, kami harap pemerintah segerah selesaikan masalah Rasis, peristiwa Expo Waena terjadi, kami pulang ke yapen, tapi sama saja, banyak Tentara dan Brimob, kami bingung mau kemana, akhirnya kami kembali lagi ke jayapura”, kata PB (28).

Suasana Asrama Yapen di Jayapura

Tidak berbeda dengan S (28)  koordinator mahasiswa dari kampung Ambaidiru, kabupaten Yapen,  menurut dia, “teman-teman mahasiswa yang ada di Asrama masih takut.  Takut keluar malam, takut ke kampus kuliah, rasa takut itu karena kami bukan dengar cerita dari orang tapi kami lihat sendiri bagaimana  saat demonstrasi tentang Rasis kami dihadang dengan tembakan, kami sangat sedih dan marah karena  ada teman mahasiswa yang dapat tembak mati, saya mau tegaskan bahwa kami lakukan demonstrasi bukan perintah orang lain, tapi benar-benar murni dari nurani kami sebagai mahasiswa dan orang asli Papua yang dihina, disebut seperti Monyet, selaku Koordinator Mahasiswa Ambaidiru, kami minta pemerintah Indonesia segera selesaikan masalah ini lewat mekanisme Referendum. Kami disebut monyet, sudah ! kita pisah saja” tegas S.

ENS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here