Home Elsham News UPDATE SITUASI 1 DESEMBER DI TANAH PAPUA

UPDATE SITUASI 1 DESEMBER DI TANAH PAPUA

160
0
SHARE

PADANG BULAN

Berdasarkan Surat himbauan yang dikeluarkan oleh Biro Politik ULMWP ke seluruh rakyat Papua Barat untuk memperingati 58 Tahun Manifesto Politik West Papua menegaskan seluruh rakyat asli papua untuk melakukan Ibadah dan Doa bagi Bangsa Papua.  Seruan yang dikeluarkan oleh Biro Politik ULMWP yang dilampirkan dalam laporan ini, adalah bersifat seruan. Khusus di Kota Jayapura dan sekitarnya, ibadah dan doa dipusatkan di Lapangan Trikora depan Sekolah Tinggi Theologia, Kelurahan Hedam, Distrik Abepura.

Namun, 3 hari menjelang Tanggal 1 desember,  Kapolda Papua dan Pandamg Cenderawasih memeriuntahkan jajarannya agar mempersiapkan agenda dalam rangka Apel Kesiapan Pengamanan TNI, POLRI Unsur Pendukung Lainnya Dalam Rangka Mengantisipasi Kalender Kamtibmas Tanggal 1 Desember 2019. Apel kesiapan keamanan ini dilakukan di Lapangan Trikora Abepura Kota Jayapura-Provinsi Papua. Dengan demikian kegiatan doa yang akan di lakukan oleh biro politik ULMWP tidak dapat dilakukan di lapangan trikora seperti seruas yang telah di edarkan.

Berdasarkan  pemantauan  Elsham Papua, pada Pukul 14.00 massa yang tergabung dalam Gerbang Natal Port Numbai berdatangan memenuhi lapangan Trikora. Menurut seorang ASN di kantor Wali Kota. “Penanggung Jawab kegiatan ini adalah bapak Wali Kota Jayapura, Thomas Tomi Mano”. Usai dilakukan doa pembukaan oleh Pdt. Matui, Selanjutnya Wakil Wali Kota Jayapura, Rustam Saru bersama para peserta lanjutkan Longmarsh sepanjang Jalan Abepura, Kotaraja, melewati Skyland, Entrop, Polimak hingga tiba di Taman Imbi yang berhadapan dengan kantor DPRP Provinsi Papua. Di Taman Imbi, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pdt. Irene Rumbiak Warkawani Ibadah Gerbang Natal berakhir Pukul 18.00 wit.

ABEPURA

Pukul 10.17 Wit Elsham mendapat laporan dari Pastor J (57), bahwa ada 4 warga asli Papua (status pendidikan mahasiswa) ditangkap anggota Brimob lalu diserahkan ke Reskrim Mapolsek Abepura.

“Itu hak mereka beribadah gunakan pakaian bercirikhas adat. Sayang, saat berada dalam rumah Tuhan (Gereja) mereka pegang Benderah Bintang Kejora. Ini yang membuat umat yang ada dalam gereja ketakutan lalu ada yang lapor ke Mapolsek lalu Brimob dan polisi masuk ke dalam gereja dan mebawa mereka keluar”.  4 orang yang ditangkap itu, 3 orang berasal dari suke Mee Paniai. Yaitu Malvin Yobe, Devio Tekege, Epin Dumupa, dan Paul Sod Hilapok dari suku Dani kabupatren Jayawijaya-Provinsi Papua. 4 Mahasiswa ini didampingi  lembaga Kemanusiaan yang tergabung dalam Kualisi Penegak Hukum dan HAM Papua lakukan advokasih hukum.

KEEROM

Bagaimana situasi 1 Desember di Kabupaten Keerom?

Koordinator Pos Kontak Keerom melaporkan:  Tanggal 30 November, Pukul 19. 21  hingga   Pukul 20.00, gabungan TNI AD/POLRI lakukan Sweping di Wilayah Arso VII. Setiap orang yang lewat diperiksa terkait seruan yang dikeluarkan oleh ULMWP. Sementara di Kampung Skofro, distrik Arso Timur yang berhadapan dengan batas negara PNG, TNI/POLRI lakukan pembagian sembako ke warga asli papua.

BIAK, SUPIORI dan YAPEN

Di kabupaten Biak dan Supiori, dan kepulauan Yapen, doa syukuran dilakukan di masing masing rumah. Memperingati HUT 1 desember. “itu hak kami orang papua. Tanggal 1 bertepatan pada hari Minggu, selesai ibadah, kami lakukan doa syukuran di 4 tempat. Doa syukuran hanya berlangsung 30 menit karena gabungan TNI/POLRI lakukan pemantauan ke kampung-kampung”. kata BD (59), warga Angkaisera, distrik Yapen Timur-Kabupaten Kepulauan Yapen.

Sementara itu, Tanggal 26, 27 dan 28 November, Kodim 1805, Kolonel Josep Kaiba lakukan kunjungan ke kampung Yembekaki, distrik Waigeo Timur untuk Sosialisasikan Penolakan Separatis di kabupaten Raja Ampat. Selesai ibadah bersama masyarakat Asli Papua di Gereja Siloam, dilanjutkan dengan penyerahan Bingkisan Kado menyambut Ibadah Natal.

Timika

Di Kabupaten Timika, Tanggal 29 November Kesatuan TNI AD dari Kostrad melakukan latihan penerjunan di Bandara Moses Kilangin. Kemudian pada Sabtu 30 November terjadi kontak senjata antara TNI AD dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat di Mile 60 area PTFI. Kontak senjata  juga terjadi di kabupaten Nduga.

Terkait penembakan dan penangkapan di kabupaten Timika, hingga laporan ini dibuat, Elsham Papua masih lakukan Investigasi. Relawan Elsham di kabupaten Timika melaporkan, tragedi penembakan di Mile 50, belum dilakukan advokasi hukum terkait korban yang disiksa dan dianiaya. Diduga, ada beberapa wanita asli Papua korban pemerkosaan. Sementara pendampingan hukum  dari Koalisi  Penegak Hukum dan HAM Papua sangat dibutuhkan oleh para korban.

ENS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here