Home Elsham News SITUASI 1 DESEMBER DI TANAH PAPUA

SITUASI 1 DESEMBER DI TANAH PAPUA

271
0
SHARE

 

Berdasarkan Surat himbauan yang dikeluarkan oleh Biro Politik ULMWP ke seluruh rakyat papua barat untuk memperingati 58 Tahun manifesto politik West Papua. Himbaun ini menegaskan bahwa seluruh rakyat asli papua agar melakukan ibadah dan doa bagi bangsa papua.  Seruan yang dikeluarkan oleh Biro Politik ULMWP yang dilampirkan dalam laporan ini, adalah bersifat SERUAN.

JAYAPURA

Di Kota Jayapura dan Kabupaten Jaypaura, ibadah dan doa dipusatkan di Lapangan Trikora tepatnya seberang jalan Sekolah Tinggi Theologia, Kelurahan Hedam, Distrik Abepura. Namun, 3 hari jelang Tanggal 1 Desember, Kapolda Papua dan Pandam Cenderawasih memeriuntahkan jajarannya mempersiapkan agenda dalam rangka apel kesiapan pengamanan TNI/POLRI dan unsur pendukung lainnya dalam rangka mengantisipasi kalender kamtibmas Tanggal 1 Desember 2019. Apel kesiapan ini dilakukan di Lapangan Trikora Abepura Kota Jayapura-Provinsi Papua.

  Dampak dari seruan ULMWP tersebut pada tanggal 30 November. 34 orang ditangkap di Sentani, kabupaten Jayapura lalu dibawa ke Mapolres yang beralamat di Gunung Merah. Setelah diperiksa oleh Reskrim, 14 orang diijinkan pulang ke rumah, 20 orang ditetapkan sebagai tersangka kasus Makar lalu dimasukan dalam Rutam Mapolres Jayapura, yaitu :

  1. La Jemmy Mansowai (28), Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP;
  2. Soni Genjau (23), Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP
  3. Josep Tare (27), Psl Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP
  4. Nikodus Wamansio (33), Psl Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP
  5. Stevanus Jarona (24), Psl Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP
  6. Yohan Bay (51), Psl Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP
  7. Hanok Bilisa (20), Psl Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP
  8. Rendi Taniau (22), Psl Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP
  9. Maleaki Bairi (27), Psl Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP
  10. Markus Yappun (28), Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP
  11. Maksi Sewanso (43), Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP
  12. Lazarus Bua Kimiak (50), Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP
  13. Ismael Bairi (22), Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP
  14. Abiram Inam (30), Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP, dan Psl 1 (2) UU Darurat 12/1951
  15. Yosias Walianggen (31), Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP, dan Psl 1 (2) UU Darurat 12/1951
  16. Welem Weraso (31), Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP, dan Psl 1 (2) UU Darurat 12/1951
  17. Pilipus Mamawiso (52), Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP, dan Psl 1 (2) UU Darurat 12/1951
  18. Kornelius Akyewi (50), Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP, dan Psl 1 (2) UU Darurat 12/1951
  19. Seppi Sewanso (49), Psl. 106 jo 87,110 jo 88 KUHP, dan Psl 1 (2) UU Darurat 12/1951
  20. Aser Sewanso (26), Psl. 106 jo 87,110 jo 88 K

Pukul 10.17 Wit Elsham mendapat laporan dari Pastor  K (57) bahwa ada 4 warga asli Papua (Mahasiswa) ditangkap anggota Brimob saat beribadah di Gereja Gembala Baik Abepura. Tiba-tiba anggota polisi masuk ke dalam Gereja, lalu Pastor Kosai sampaikan ke anggota polisi itu, jangan tangkap mereka, ibadah sedang berlangsung, selesai Missa baru tangkap. Usai Missa, polisi masuk tangkap Malvin Yobe, Devio Tekege, Epin Dumupa, dan Paul Sod Hilapok. 4 warga asli papua itu diketahui berstatus Mahasiswa, menjalani pemeriksaan di Mapolsek Abepura, didampingi  lembaga Kemanusiaan yang tergabung dalam Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua untuk melakukan advokasi hukum. Tanggal 2 Pastor Kosai didampingi Direktur LBH, Imanuel Gobai, SH. memenuhi panggilan Polisi terkait 4 mahasiswa yang membawa bendera bintang kejora saat beribadah.

Selain itu, di Gereja Saitun Lantai 3 kantor Sinode KINGMI, 15 anggota Brimob masuk duduk dalam gereja, 3 jam kemudian sesuai jadwal ibadah, satu persatu warga jemaat masuk duduk dalam gereja mengikuti ibadah, lapor BG ke Elsham Papua.

Pantauan Elsham Papua, kondisi lapangan Trikora selain dijaga ketat oleh gabungan TNI/POLRI Pukul 14.00 wit massa yang tergabung dalam Gerbang Natal Port Numbai, berdatangan memenuhi lapangan Trikora. Menurut seorang ASN di kantor Wali KotaPenanggung Jawab kegiatan ini adalah bapak Wali Kota Jayapura, Bentur  Tomi Mano”. Usai dilakukan Doa Pembukaan oleh Pdt. Matui, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustam Saru bersama para peserta lanjutkan Longmarsh sepanjang Jalan Abepura, kotaraja, melewati Skyland, Entrop, Polimak hingga tiba di Taman Imbi yang berhadapan dengan kantor DPRP Provinsi Papua. Di Taman Imbi, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pdt. Irene Rumbiak Warkawani Ibada Gerban Natal berakhir Pukul 18.00.

FAK-FAK

DI kabupaten Fakfak, pukul 11:30 WIT masyarakat longmars  mengikuti jalan trans Fakfak Bomberay, masa bergerak melewati kampung Numbukte, Mamur, Bahamayon, Kramongmonga, Warpeper, Tentreda, Ubadareh, patukar, warbaha. Sejak dini harimasyarakat asli papua yang tergabung dalam West Papua National Coalition for Liberation ( WPNCL)  bergerak dari Kampung Pikpik, distrik Kramongmonga lengkap dengan senjata tajam, dan membawa atribut Papua Merdeka seperti Bendera Bintang Kejora. Jumlah massa sekitar 50 orang membawa 20  bendera bintang Kejora sambil kibarkan lalu  berjalan kaki kurang lebih 50 kilo meter ke pusat kota Fakfak. Tiba di pertigaan Kayuni  kampung patukar (warbaha) massa di hadang  Aparat gabungan TNI/POLRI. Menurut Koordinator Elsham Fakfak, saat massa dihadang oleh gabungan TNI/POLRI, ada 54 orang yang ditangkap karena membawa alat tajam dan bendera bintang kejora. Selain itu 1 orang kena tembak, belum diketahui keberadaanya.

Sedangkan di kabupaten Keerom, Tanggal 30 November, Pukul 19.21   Pukul 20.00 wit gabungan TNI AD/POLRI lakukan Sweping di wilayah Arso VII. Setiap orang yang lewat diperiksa terkait Seruan yang dikeluarkan oleh ULMWP. Sementara di Kampung Skofro, Distrik Arso Timur yang berhadapan dengan batas negara PNG, TNI/POLRI lakukan pembagian SEMBAKO ke warga asli papua.

BIAK, SUPIORI DAN YAPEN

Di kabupaten Biak dan Supiori, dan kepulauan Yapen, doa syukuran dilakukan di masing masing rumah. Memperingati HUT 1 desember, Itu hak kami orang papua. Tanggal 1 bertepatan pada hari Minggu, selesai ibadah, kami lakukan doa syukuran di 4 tempat. Doa syukuran hanya berlangsung 30 menit karena Gabungan TNI/POLRI lakukan pemantauan ke kampung kampung, kata BD (59), warga Angkaisera, distrik Yapen Timur-Kabupaten Kepulauan Yapen.

Sementara itu, Tanggal 26, 27 dan 28 November, Kodim 1805, Kolonel Josep Kaiba lakukan kunjungan ke kampung Yembekaki, distrikWaigeo Timur untuk Sosialisasikan Penolakan Separatis di kabupaten Raja Ampat. Selesai ibadah bersama masyarakat Asli Papua di Gereja Siloam, dilanjutkan dengan penyerahan Bingkisan Kado menyambut Ibadah Natal.

TIMIKA

Relawan Elsham di kabupaten Timika melaporkan, tragedi penembakan di Mile 50 belum dilakukan advokasi hukum terkait korban yang disiksa dan dianiaya. Diduga ada beberapa wanita asli Papua menjadi korban pemerkosaan. Sementara pendampingan hukum  dari Kualisi  Penegak Hukum dan HAM Papua sangat dibutuhkan oleh disana (Mile 50-kampung Banti).

“Tanggal 20 November Pukul 07.00 Wit, TNI dan Polisi datang ke kampung yang kami tinggal (Banti) dekat area pendulangan di Mile 50 PTFI. Mereka todong saya dan mendorong saya dengan popor senapan laras panjang, mereka ambil handpone milik saya, mereka aktifkan lalu lihat  gambar-gambar dalam HP, mereka lihat ada foto adik saya yaitu Biru, mereka pegang sekop pukul saya di paha kanan, tendang di bagian belakang dan rusuk, pukul di bagian leher, kepala, lalu bawa saya ke Pos penjagaan di Mile 50. Pukul 20.22 mereka bawa saya ke Mapolres Timika. Mereka Tanya saya, apakah saya mengetahui keberadaan OPM ? Apakah saya terlibat OPM ? saya tidak jawab. Tanggal 21 saya diijinkan pulang kembali ke kampung. Adik saya yang bernama Biru, mereka tembak mati di Mile 50, jenasa adik saya, masih ada di TKP, saya takut ambil karena terjadi kontak senjata” tutur korban sambil menangis. Setelah mendapat perawatan kesehatan, ibu tersebut diamankan dipinggaran kota kurang lebih 3 jam perjalanan dari kota Timika.

Selanjutnya 29 November, TNI AD dari kesatuan Kostrad latihan penerjunan di Bandara Moses Kilangin. Sabtu, 30 November, terjadi kontak senjata antara TNI AD dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat di Mile 60 area PTFI. Kontak senjata  juga terjadi di kabupaten Nduga yang menewaskan 6 anggota TNI AD.

 

YAPEN

Di kabupaten Kepulauan Yapen, tepatnya di Jalan Flanboyan Kampung Famboaman, kecamatan Anotaurei depan SMA Negeri, bendera Bintang Kejora berkibar di atas Pohon, pada Pukul 09.2 Wit. Bendera diturunkan oleh anggota TNI AD dari KODIM 1709 Yawa. Kejadian ini membuat gabungan TNI/POLRI lakukan pengaman di seputar kota Yapen, Yapen Timur dan Yapen Barat.

ET (16) siswa SMA Negeri 2 kecamatan Anotaurei, dihadang di jalan Flanboyan oleh anggota polisi/brimob pada Pukul 15.23 Wit, “Mereka periksa Tas Sekolah milik saya, mereka pukul saya di bagian pipi kanan dan kiri karena saya gunakan Tas bermotif Bendera Bintang Kejora. Mereka Tanya, siapa yang buat tas ini, saya jawab, kakak saya yang buatkan.

Pantauan elsham Yapen, Tanggal 1 desember, aktifitas masyarakat asli papua lakukan ibadah syukuran di beberapa tempat. Pukul 11.12 Wit solidaritas perempuan Melanesia dari 32 kampung, ibadah di rumah AW (56) yang beralamat di Jalan Gang Surabaya, kelurahan Tarau, kecamatan Yapsel. Di kampong Kuraman, kecamatan Angkaisera, ibadah syukuran dilakukan di rumah IW (40).  KM (66), mengatakan, ada anggota polisi yang dating sampaikan, kalau ada yang lakukan ibadah memperingati 1 desember, langsung ditangkap dan dimasukan dalam penjara.

ENS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here